Temuan Baru, Inhaler Asma Percepat Pemulihan Pasien Covid-19 Dalam 3 Hari!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 22 Juni 2021 | 10:30 WIB
Temuan Baru, Inhaler Asma Percepat Pemulihan Pasien Covid-19 Dalam 3 Hari!
\inhaler (Freepik)

Suara.com - Para ahli menemukan penggunaan inhaler asma bisa membantu mempercepat pemulihan virus corona Covid-19 dalam 3 hari.

Temuan ini seolah memberikan harapan baru, karena NHS bisa mengeluarkan alat kesehatan lain untuk menekan angka kasus rawat inap akibat Covid-19.

Rata-rata, pasien virus corona Covid-19 menjalani rawat inap di rumah sakit selama 8 hari. Tapi, penggunaan inhaler ini mungkin bisa mengurangi lamanya pasien rawat inap hingga 3 hari.

Saat ini, ada 1.316 orang dengan virus corona Covid-19 di Inggris yang menjalani rawat inap rumah sakit. Setiap harinya, ada 226 pasien virus corona Covid-19 yang masuk rawat inap.

Pekan lalu, dokter telah meresepkan inhlaer untuk asma kepada pasien virus corona berdasarkan kasus per kasus.

Tapi, Matt Hancock mengungkapkan orang yang tertular virus corona, setidaknya menghabiskan waktu 20 persen lebih pendek di rumah sakit karena vaksin Covid-19 yang didistribusikan.

Di samping itu, anggota parlemen Inggris justru berpendapat bahwa pemerintah harus lebih banyak menggunakan inhaler untuk mengatasi pasien Covid-19 rawat inap.

Steroid inhaler (Freepik)
inhaler (Freepik)

"Jika rata-rata pasien rawat inap di rumah sakit selama 8 hari dan Anda bisa menguranginya 3 hari hanya menggunakan inhaler, mengapa tidak untuk dilakukan?" kata Sir Graham Brady, anggota parlemen Tory di Grup Pemulihan Covid dikutip dari The Sun.

Jo Churchill mengatakan panduan klinis untuk budesonide yang dihirup sudah dikeluarkan. Ia menjelaskan bahwa obat itu telah diuji coba pada pasien virus corona yang belum menjalani rawat inap di rumah sakit dan berusia 65 tahun ke atas.

baca juga

Obat itu juga diujicobakan pada pasien Covid-19 usia 50 tahun ke atas yang memiliki masalah kesehatan mendasar. Hasilnya, Jo Churchill merekomendasikan penggunaan obat itu sebagai standar perawatan di Inggris.

Sebuah percobaan oleh Universitas Oxford juga menemukan pasien virus corona yang diobati dengan inhaler budesonide menjadi lebih cepat membaik. Mereka juga kecil risikonya menjalani rawat inap di rumah sakit.

Budesonide dijual oleh AstraZeneca sebagai Pulmicort dan bisa digunakan untuk mengobati kondisi lain, seperti paru-paru orang merokok.

Temuan inilah yang mendorong para ahli menyelidiki tentang kemampuan inhaler untuk asma dalam mengobati pasien virus corona Covid-19.

Adapun pengobatan yang tersedia untuk pasien Covid-19 sekarang ini, terdiri dari parasetamol dan bed rest.

Studi Oxford menemukan bahwa obat tersebut bekerja untuk orang-orang dari segala usia, termasuk mereka yang memiliki masalah kesehatan mendasar.

Penemuan ini dibuat oleh studi Prinsip Oxford, yang mengamati 4.700 pasien di seluruh negeri. Chris Butler, profesor perawatan primer di Oxford mengatakan temuan ini sangat menarik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Coba Fase 3: Vaksin Novavax Terbukti Efektif 90,4 Persen untuk Virus Corona

Uji Coba Fase 3: Vaksin Novavax Terbukti Efektif 90,4 Persen untuk Virus Corona

Health | Selasa, 15 Juni 2021 | 18:54 WIB

Selain Virus Corona, Ini 3 Penyakit Lain yang Harus Diwaspadai

Selain Virus Corona, Ini 3 Penyakit Lain yang Harus Diwaspadai

Health | Selasa, 15 Juni 2021 | 18:51 WIB

Amankah Suntik Vaksin Covid-19 Ketika Sedang Flu? Ini Kata Ahli!

Amankah Suntik Vaksin Covid-19 Ketika Sedang Flu? Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 17 Juni 2021 | 08:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×