Tingkat Kesembuhan Anak dari Covid-19 Tinggi, Asal...

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 05 Juli 2021 | 17:41 WIB
Tingkat Kesembuhan Anak dari Covid-19 Tinggi, Asal...
Ilustrasi anak sakit Covid-19

Suara.com - Peluang kesembuhan anak yang terinfeksi Covid-19 mencapai 95 persen. Itu terjadi jika anak tidak terlambat mendapat perawatan medis dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Dokter spesialis anak di RSUP Sanglah di Denpasar, Bali, Dr. dr. Ni Putu Siadi Purniti mengatakan, masih banyak orangtua yang takut membawa anak ke dokter atau periksa swab jika mengalami gejala mirip Covid-19.

Kondisi itu yang justru meningkatkan risiko kematian pada anak akibat infeksi virus corona tersebut.

"Tingkat kesembuhan pada anak-anak yang kena Covid sebenarnya sembuh sampai 95 persen, asal tidak memiliki komorbid. Yang kita sering terima orang tua apabila anaknya sakit, mereka takut bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan."

"Ada beberapa pasien yang kita terima sudah kondisi cukup berat. Jadi terpaksa dibawa ke instalasi gawat darurat," kata dokter Siadi dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (5/7/2021).

Anak yang terlambat mendapat penanganan medis dan datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan berat bisa berujung alami kematian, imbuh dokter Siadi.

Terutama jika pasien memang memiliki penyakit penyerta seperti leukimia, penyakit ginjal, penyakit kronik pada paru dan kelainan jantung bawaan. 

"Ini harus hati-hati. Apabila dia ketemu orang yang akan menularkan (Covid), biasanya akan menjadi berat. Pengalaman saya di rumah sakit itu yang meninggal hampir semua memiliki komorbid," tuturnya. 

Menurut dokter Siadi, anak-anak yang hanya mengalami gejala ringan kebanyakan memang yang tidak memiliki komorbid. Selain itu, anak juga cepat dilacak akibat orangtuanya yang lebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19.  

baca juga

"Kalau pada anak ada gejala tapi ringan, itu biasanya bisa sembuh dengan baik. Asalkan orangtuanya segera membawa anak-anaknya berobat ke dokter, ke fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya.

Jumlah kasus Covid-19 pada anak menyumbang sekitar 12 persen dari seluruh kasus nasional. Dokter Siadi mengatakan, kasus Covid pada anak paling banyak terjadi pada usia 7 - 12 tahun. Kemudian disusul remaja usia 16 - 18 tahun. 

"Saya kira semua rata-rata seperti itu. Kami di Bali juga seperti itu, anak-anak yang di atas 7 tahun lebih tinggi (jumlah kasusnya)," pungkas dokter Siadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LaporCovid19 Desak Pemerintah Minta Maaf, Penanganan Covid-19 Carut Marut

LaporCovid19 Desak Pemerintah Minta Maaf, Penanganan Covid-19 Carut Marut

News | Senin, 05 Juli 2021 | 17:39 WIB

Ambulans Pecah Ban usai Antar Pasien Covid, Pelaku Begal Nakes Ternyata Pura-pura Nolong

Ambulans Pecah Ban usai Antar Pasien Covid, Pelaku Begal Nakes Ternyata Pura-pura Nolong

News | Senin, 05 Juli 2021 | 17:39 WIB

Hari Ketiga PPKM Darurat, Kasus Positif Covid-19 Pecah Rekor 29.745 Orang

Hari Ketiga PPKM Darurat, Kasus Positif Covid-19 Pecah Rekor 29.745 Orang

News | Senin, 05 Juli 2021 | 17:38 WIB

Terkini

Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT

Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!

Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang

Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:18 WIB

6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three

6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:17 WIB

Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora

Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:13 WIB

BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini

BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini

Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:10 WIB

5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless

5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa

Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:09 WIB

Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah

Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:06 WIB

×