Studi: Antibodi dari Vaksin Johnson & Johnson Bisa Tahan 8 Bulan

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 06 Juli 2021 | 06:05 WIB
Studi: Antibodi dari Vaksin Johnson & Johnson Bisa Tahan 8 Bulan
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson bisa memberikan kekebalan yang bertahan setidaknya 8 bulan. Vaksin Johnson & Johnson ini juga nampaknya bisa memberikan perlindungan yang memadai terhadap virus corona varian Delta yang mengkhawatirkan.

Sejauh ini, data yang telah diselidiki selama 8 bulan menunjukkan vaksin Johnson & Johnson bisa menghasilkan antibodi penetralisir yang kuat.

Perusahaan Johnson & Johnson mengatakan satu kali suntikan vaksin Covid-19 buatannya bisa memberikan respons antibodi yang bertahan lama dan menghasilkan sel-sel kekebalan yang disebut sel T selama 8 bulan.

Dr. Dan Barouch dari Beth Israel Deaconess Medical Center dan Harvard Medical School dan rekan-rekannya menguji darah yang diambil dari 20 sukarelawan pada tahap awal.

Data menunjukkan bahwa respons sel T, termasuk sel T CD8+ yang mencari dan menghancurkan sel yang terinfeksi bertahan selama jangka waktu 8 bulan.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Sementara itu dilansir dari CNN, Pfizer/BioNTech dan Moderna sama-sama mengatakan vaksin Covid-19 buatannya bisa memberikan perlindungan yang bertahan setidaknya 6 bulan.

Para peneliti di Universitas Washington di St. Louis melaporkan bahwa studi mereka terhadap sukarelawan yang sudah suntik vaksin Covid-19 menunjukkan perlindungan yang bertahan lebih lama dari 8 bulan, bahkan bertahan selama bertahun-tahun.

Tim Barouch juga menguji darah dari sukarelawan yang divaksinasi dan sejumlah varian virus corona, termasuk varian Delta atau B.1.617.2 yang pertama kali terlihat di India, varian B.1.351 atau Beta yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan, dan P. 1 atau varian Gamma menyebar di Brazil.

"Kami melihat cakupan antibodi penetralisir yang kuat dari varian tersebut,” kata Barouch.

baca juga

Antibodi penetralisir adalah protein sistem kekebalan yang menonaktifkan virus corona Covid-19 sebelum dapat bereplikasi.

"Satu dosis vaksin Johnson & Johnson COVID-19 menghasilkan antibodi penawar terhadap berbagai varian SARS-CoV-2 yang menjadi perhatian, yang meningkat dari waktu ke waktu, termasuk varian Delta yang lebih mudah menular, varian Beta, varian Gamma, varian Alpha, Epsilon, Kappa dan varian D614G, serta strain SARS-CoV-2 asli," kata perusahaan itu.

Secara terpisah, tim Janssen di Belanda mempelajari darah yang diambil dari delapan sukarelawan yang divaksinasi dalam uji coba Fase 3 dan menemukan hasil yang serupa terhadap varian tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Cepat Dari Perkiraan, Vaksin Covid-19 di Batam Habis Hari Ini

Lebih Cepat Dari Perkiraan, Vaksin Covid-19 di Batam Habis Hari Ini

Batam | Senin, 05 Juli 2021 | 20:05 WIB

Wabah Covid-19 Kian Meninggi, Dinkes Batam: Batam Memasuki Darurat Vaksin

Wabah Covid-19 Kian Meninggi, Dinkes Batam: Batam Memasuki Darurat Vaksin

Batam | Senin, 05 Juli 2021 | 19:26 WIB

Kenapa Virus Corona Varian Delta Lebih Menular? Begini Menurut Pendapat Ahli

Kenapa Virus Corona Varian Delta Lebih Menular? Begini Menurut Pendapat Ahli

Health | Senin, 05 Juli 2021 | 19:15 WIB

Terkini

Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal

Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:36 WIB

Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra

Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:36 WIB

Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak

Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?

Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:24 WIB

Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU

Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:15 WIB

111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur

111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:13 WIB

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

×