Kasus Langka, Wanita Ini Terinfeksi 2 Varian Virus Corona dan Meninggal

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 12 Juli 2021 | 09:40 WIB
Kasus Langka, Wanita Ini Terinfeksi 2 Varian Virus Corona dan Meninggal
Ilustrasi pasien Covid-19, varian virus corona (Unsplash)

Suara.com - Seorang wanita dari Belgia usia 90 tahun yang meninggal setelah terinfeksi virus corona Covid-19 varian Alpha dan Beta. Para peneliti Belgia pun mengatakan fenomena langka itu mungkin telah diremehkan.

Sebelumnya, wanita itu belum suntik vaksin Covid-19. Ia pun tinggal sendirian dan sempat menjalani perawatan di rumah. Sampai akhirnya, ia dirawat di Rumah Sakit OLV di kota Aalst Belgia setelah dinyatakan positif Covid-19 di bulan Maret 2021.

Mulanya, kadar oksigen wanita itu cukup baik. Tapi, kondisinya mulai memburuk sangat cepat dan ia pun meninggal dunia setelah 5 hari berlalu.

Saat itu, tenaga medis sudah khawatir ia terinfeksi varian baru virus corona Covid-19. Kemudian, mereka menguji adanya varian virus corona tersebut.

Hasilnya, mereka menemukan wanita itu telah terinfeksi dua jenis varian virus corona, yakni varian Alpha yang ditemukan di Inggris dan varian Beta yang terdeteksi di Afrika Selatan.

Ilustrasi pasien virus corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19. (Shutterstock)

"Kedua varian virus corona ini memang menyebar di Belgia pada waktu itu. Jadi, kemungkinan wanita itu terinfeksi varian virus corona yang berbeda dari dua orang yang berbeda pula," kata ahli biologi molekuler, Anne Vankeerberghen dari Rumah Sakit OLV dikutip dari SCMP.

Sayangnya, para peneliti tidak tahu proses penularan wanita itu. Vankeerberghen juga mengatakan sangat sulit untuk mengatakan infeksi varian ganda itulah yang menyebabkan kondisi pasien menurun sangat cepat.

Karena, penelitian mengenai kasus ini sedang dipresentasikan di Kongres Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular Eropa, sehingga belum diserahkan ke jurnal medis untuk publikasi.

Sementara itu, Vankeerberghen mengatakan sejauh ini belum ada kasus lain yang serupa. Ia juga berpendapat bahwa koinfeksi merupakan kasus yang cukup langka dan telah diremehkan sejauh ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mungkinkah Orang yang Vaksin Covid-19 Masih Bisa Sebarkan Varian Delta?

Mungkinkah Orang yang Vaksin Covid-19 Masih Bisa Sebarkan Varian Delta?

Health | Senin, 12 Juli 2021 | 08:49 WIB

Virus Zika dari Nyamuk Menjangkit India, Begini Gejala dan Bahayanya!

Virus Zika dari Nyamuk Menjangkit India, Begini Gejala dan Bahayanya!

Health | Minggu, 11 Juli 2021 | 10:18 WIB

Kenapa Ada Pasien Covid-19 Bergejala Ringan? Ini Sebabnya

Kenapa Ada Pasien Covid-19 Bergejala Ringan? Ini Sebabnya

Health | Jum'at, 09 Juli 2021 | 20:22 WIB

Terkini

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

×