Pil KB Bisa Kembangkan Risiko Kebutaan Pada Perempuan?

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Selasa, 13 Juli 2021 | 07:59 WIB
Pil KB Bisa Kembangkan Risiko Kebutaan Pada Perempuan?
Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Perempuan yang menggunakan pil KB hormonal memiliki risiko lebih besar untuk menjadi buta. Hal ini diungkapkan para ahli dalam sebuah studi terbaru.

Dilansir The Sun, studi itu menemukan bahwa pengguna pil KB lebih mungkin untuk mengembangkan glaukoma, suatu kondisi mata yang umum di mana saraf optik, yang menghubungkan mata ke otak bisa menjadi rusak.

Glaukoma adalah penyebab kebutaan kedua di seluruh dunia. Meski merupakan kondisi umum, jika tidak diobati maka dapat menyebabkan kebutaan. Namun para ahli telah menyatakan bahwa risikonya masih rendah dan data tidak boleh membuat perempuan berhenti menggunakan pil KB.

Analisis yang diterbitkan dalam British Journal of Clinical Pharmacology melihat catatan elektronik untuk perempuan berusia 15-45 dari 2008 hingga 2018. Ditemukan bahwa perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal menghadapi risiko glaukoma dua kali lipat lebih tinggi.

Sampel termasuk informasi untuk lebih dari lima juta perempuan. Ini juga termasuk data dari 2.366 perpuan yang mengembangkan glaukoma dan 9.464 subyek kontrol. Para ahli mengatakan peningkatan risiko tidak terlihat pada perwmpuan yang menggunakan pil KB di masa lalu.

Mereka juga menyatakan bahwa perempuan yang mendapat lebih dari empat resep untuk kontrasepsi hormonal dalam dua tahun terakhir memiliki risiko lebih tinggi terkena glaukoma daripada mereka yang menggunakan satu atau dua resep.

Risiko Rendah
Penulis senior Mahyar Etminan, PharmD, MSc, dari The University of British Columbia di Kanada mengatakan setiap perempuan yang mengalami masalah harus mencari pertolongan medis.

Mengomentari makalah itu, dia menjelaskan jika risiko glaukoma dengan kontrasepsi hormonal masih cukup rendah dan seharusnya tidak menghalangi perempuan untuk minum obat ini.

"Perempuam yang menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengalami perubahan visual harus memeriksakan gejala-gejala ini ke dokter mata," sarannya.

baca juga

Para ahli mengatakan bahwa penelitian ini bersifat observasional dan tidak dapat menggunakan faktor lain, seperti pada perempuan perokok.

Prof Kevin McConway, Profesor Emeritus Statistik Terapan, The Open University mengatakan, risiko glaukoma pada perempuan seperti yang ada dalam penelitian ini rendah.

"Selama rata-rata dua tahun masa tindak lanjut, hanya sekitar lima perempuan dalam setiap sepuluh ribu di penelitian yang memiliki diagnosis glaukoma," jelasnya.

Untuk menyelidiki apa efek penggunaan kontrasepsi hormonal pada risiko rendah itu, para peneliti sementara membuat asumsi bahwa peningkatan risiko glaukoma pada mereka yang menggunakan kontrasepsi hormonal sepenuhnya disebabkan oleh kontrasepsi itu sendiri.

Prof McConway mengatakan bahwa ini adalah asumsi kuat dan mengatakan penelitian ini tidak dapat menetapkan sebab akibat apa pun. Sebagai bagian dari penelitian, para peneliti menghitung bahwa 2,6 persen kasus glaukoma dapat dicegah jika kontrasepsi hormonal dihilangkan.

Namun, jika terbukti benar bahwa glaukoma disebabkan oleh pil KB, maka menghentikan penggunaan pil KB akan menyingkirkan sekitar 1 dari 40 kasus glaukoma untuk setiap 100 ribu perempuan.

Prof McConway menambahkan, jika faktor lain selain penggunaan kontrasepsi hormonal juga menjadi penyebab glaukoma, pengurangan itu akan lebih kecil lagi.

Dr Sarah Hardman, Direktur Unit Efektivitas Klinis Fakultas Kesehatan Seksual dan Reproduksi juga menyoroti bahwa penelitian ini "terlalu kecil" untuk menghasilkan gambaran lengkap mengenai apakah pil KB menyebabkan hilangnya penglihatan atau tidak.

"Dalam sampel hampir 5 juta perempuan dalam penelitian ini, hanya 2.366 kasus glaukoma yang diamati," jelasnya.

Itu berarti hanya kurang dari 0,05 persen dari populasi. Dr Sarah melanjutkan, bahkan jika risikonya berlipat ganda dengan penggunaan kontrasepsi hormonal, kemungkinan seseorang terkena glaukoma akan tetap sangat kecil.

"Setiap peningkatan kecil dalam risiko glaukoma harus ditimbang dengan manfaat yang sangat signifikan dari mencapai kontrasepsi yang efektif untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan dan manfaat non-kontrasepsi seperti pengelolaan perdarahan menstruasi yang berat," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-Hati, Ini Tanda Kolesterol Tinggi Berpotensi Picu Kebutaan Mata!

Hati-Hati, Ini Tanda Kolesterol Tinggi Berpotensi Picu Kebutaan Mata!

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 20:29 WIB

Asupan Kafein Tinggi Meningkatkan Risiko Glaukoma pada Orang dengan Riwayat Genetik Ini

Asupan Kafein Tinggi Meningkatkan Risiko Glaukoma pada Orang dengan Riwayat Genetik Ini

Health | Selasa, 08 Juni 2021 | 08:47 WIB

Kurang Diperhatikan, Pil KB Lebih Berisiko Picu Pembekuan Darah Ketimbang Vaksin

Kurang Diperhatikan, Pil KB Lebih Berisiko Picu Pembekuan Darah Ketimbang Vaksin

Health | Selasa, 01 Juni 2021 | 16:00 WIB

Terkini

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×