Asupan Kafein Tinggi Meningkatkan Risiko Glaukoma pada Orang dengan Riwayat Genetik Ini

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 08 Juni 2021 | 08:47 WIB
Asupan Kafein Tinggi Meningkatkan Risiko Glaukoma pada Orang dengan Riwayat Genetik Ini
Ilustrasi sakit mata (Shutterstock)

Suara.com - Selain membuat kita tetap terjaga, kafein juga memiliki bergam manfaat lain seperti mengurangi risiko gagal jantung.

Tetapi bagi orang yang sudah memiliki kecenderungan genetik terhadap tekanan pada bola mata tinggi, asupan kafein yang tinggi justru meningkatkan risiko glaukoma.

Glaukoma merupakan kerusakan mata saraf akibat meningkatnya tekanan pada bola mata. Semakin lama kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan.

Berdasarkan studi yang dipimpin oleh Icahn School of Medicine di Mount Sinai, ada hubungan antara asupan kafein terhadap glaukoma dan tekanan intraokular tinggi (TIO).

Peneliti dalam studi ini sebelumnya menerbitkan penelitian yang menunjukkan asupan kafein tinggi meningkatkan risiko glaukoma sudut terbuka tegangan tinggi pada orang dengan riwayat penyakit keluarga, lapor Medical Xpress.

Ilustrasi sakit mata (Shutterstock)

"Dalam penelitian ini kami menunjukkan hubungan buruk tersebut hanya terbukti di antara mereka yang skor risiko kecenderungan genetik terhadap tekanan bola matanya tinggi," kata pemimpin studi Louis R. Pasquale, MD, Wakil Ketua Penelitian Ophthalmology untuk Sistem Kesehatan Mount Sinai.

Para peneliti menganalisis lebih dari 120.000 catatan kesehatan dan sampel DNA milik peserta dengan rentang usia antara 39 hingga 73 tahun, dari 2006 hingga 2010.

Peserta juga menjawab kuisioner tentang pola makan yang berfokus pada berapa banyak minuman berkafein yang diminum dan berapa banyak makanan yang mengandung kafein yang mereka makan setiap hari.

Mereka juga menjawab pertanyaan tentang pengihatannya, termasuk pertanyaan apakah peserta sempat menderita glaukoma atau riawayat keluarga dengan glaukoma.

Tiga tahun setelah penelitian, mereka melakukan pemeriksaan TIO dan pengukuran mata pada semua peserta.

Dari hasil ini peneliti menemuka bahwa sebenarnya secara umum asupan kafein tinggi meningkatkan risiko glaukoma. Namun, pada peserta dengan predisposisi genetik kuat terhadap peningkatan TIO, risikonya menjadi jauh lebih tinggi.

Terlebih, mereka yang mengonsumsi kafein lebih dari 480 miligram (sempat cangkir kopi) sehari memiliki TIO 0,35 mmHg lebih tinggi.

"Dari studi ini, orang yang memiliki risiko genetik tinggi terhadap galukoma dapat mengambil manfaat dengan memoderasi asupan kafein mereka," pungkas rekan penulis studi Anthony Khawaja, MD, Ph.D., Associate Professor of Ophthalmology University College London (UCL) Institut Oftalmologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Punya Mata Minus atau Plus Tinggi Berisiko Alami Glaukoma

Awas, Punya Mata Minus atau Plus Tinggi Berisiko Alami Glaukoma

Health | Rabu, 17 Maret 2021 | 16:50 WIB

Menyerang Hampir Segala Usia, Bisakah Glaukoma Dicegah?

Menyerang Hampir Segala Usia, Bisakah Glaukoma Dicegah?

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 15:48 WIB

Sebelum Buta Permanen, Pasien Glaukoma Akan Alami Pandangan Mata Menyempit

Sebelum Buta Permanen, Pasien Glaukoma Akan Alami Pandangan Mata Menyempit

Health | Senin, 15 Maret 2021 | 12:35 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB