Pandemi Covid-19 Sebabkan Angka Kelaparan Dunia Meningkat

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 13 Juli 2021 | 13:33 WIB
Pandemi Covid-19 Sebabkan Angka Kelaparan Dunia Meningkat
Sejumlah tunawisma di Kota Rio de Janeiro, Brasil. PBB menyatakan, dampak Covid-19 yang melanda dunia menyebabkan ratusan juta orang kelaparan dan butuh waktu puluhan tahun untuk pemulihannya. (Foto: AFP)

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah membawa dampak bertambahnya tingkat kelaparan di dunia. Dari laporan multi-lembaga memperkirakan, sekitar sepersepuluh dari populasi global atau sekitar 811 juta orang, alami kekurangan gizi selama tahun 2020.

Angka tersebut tertulis dalam laporan yang diterbitkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF, Program Pangan Dunia PBB (WFP), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Peningkatan jumlah orang yang kelaparan tersebut, dikatakan WHO, akan membutuhkan upaya luar biasa bagi dunia untuk menuntaskan masalah kelaparan pada tahun 2030. Tahun sebelum pandemi Covid-19, telah terungkap bahwa kekurangan gizi pada anak-anak tengah dipertaruhkan. 

"Sayangnya, pandemi terus mengekspos kelemahan dalam sistem pangan kita, yang mengancam kehidupan dan mata pencaharian orang-orang di seluruh dunia,” tulis kepala lima badan PBB dikutip dari situs resmi WHO.

Sejak pertengahan 2010, sebenarnya telah terungkap angka kelaparan terus bertambah. Peningkatan makin parah pada 2020 saat pandemi Covid-19 terjadi. 

WHO menyebut, penambahan angka kelaparan telah melampaui pertumbuhan populasi, sekitar 9,9 persen dari populasi  dunia diperkirakan mengalami kekurangan gizi tahun lalu, naik dari 8,4 persen pada 2019.

Lebih dari setengah data orang yang alami kekurangan gizi itu berada di Asia, jumlahnya 418 juta orang. Lebih dari sepertiga atau 282 juta orang berada di Afrika, dan proporsi yang lebih kecil, 60 juta orang ada di Amerika Latin dan Karibia.

"Tetapi peningkatan kelaparan yang paling tajam terjadi di Afrika, di mana perkiraan prevalensi kekurangan gizi, pada 21 persen dari populasi, lebih dari dua kali lipat dari wilayah lain mana pun," kata WHO.

Selama 2020 juga terungkap bahwa lebih dari 2,3 miliar orang, atau 30 persen dari populasi global, tidak memiliki akses pangan yang memadai. 

baca juga

Malnutrisi juga masih bantak terjadi, terutama pada kelompok anak-anak. Tercatat pada 2020, lebih dari 149 juta balita diperkirakan mengalami stunting, lebih dari 45 juta wasting atau terlalu kurus untuk tinggi badan mereka, dan hampir 39 juta kelebihan berat badan. 

Tiga miliar orang dewasa dan anak-anak kesulitan menjalani diet sehat, sebagian besar karena biaya kesehatan yang berlebihan.

Hampir sepertiga wanita usia subur juga mengalami anemia. WHO menyampaikan, dunia tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapai target indikator gizi apa pun pada tahun 2030.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Krisis Akibat Pandemi, Korea Utara Tolak Bantuan Vaksin Covid-19

Alami Krisis Akibat Pandemi, Korea Utara Tolak Bantuan Vaksin Covid-19

Video | Selasa, 13 Juli 2021 | 12:39 WIB

Penjual Kelapa di Semarang Panen Rejeki saat Pandemi, Satu Hari Bisa Laku 125 Buah

Penjual Kelapa di Semarang Panen Rejeki saat Pandemi, Satu Hari Bisa Laku 125 Buah

Jawa Tengah | Selasa, 13 Juli 2021 | 12:22 WIB

Menkes Budi: Rumah Sakit Tidak akan Pernah Cukup Jika Mobilitas Warga Tak Direm

Menkes Budi: Rumah Sakit Tidak akan Pernah Cukup Jika Mobilitas Warga Tak Direm

News | Selasa, 13 Juli 2021 | 12:05 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×