Terinfeksi Corona Usai Dosis Pertama, Perlukah Lanjut Vaksin Covid-19 Dosis Kedua?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 14 Juli 2021 | 10:56 WIB
Terinfeksi Corona Usai Dosis Pertama, Perlukah Lanjut Vaksin Covid-19 Dosis Kedua?
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Dok: Mayora Group)

Suara.com - Jumlah harian virus corona Covid-19 yang terus meningkat menjadi kekhawatiran bagi banyak masyarakat. Bahkan, tidak jarang mereka yang telah divaksinasi kemudian terinfeksi virus corona.

Kondisi itu menimbulkan sejumlah pertanyaan di masyarakat. Lantas, perlukah mereka yang terinfeksi virus corona usai vaksin dosis pertama melanjutkan suntikan selanjutnya?

Kepada Suara.com, Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, menjelaskan jawaban mengenai pertanyaan tersebut.

Menurut Iris Rengganis, yang perlu dilakukan ketika seorang yang telah divaksinasi dosis pertama dan terinfeksi Covid-19 ialah untuk merawat dan mengobati pasien tersebut. Baru jika telah sembuh pasien tersebut bisa mendapatkan vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di RSUP M Djamil Padang. [Suara/ B. Rahmat]
Pelaksanaan vaksin Covid-19 bagi masyarakat umum di RSUP M Djamil Padang. [Suara/ B. Rahmat]

"Baru nanti tiga bulan kemudian disuntik divaksinasi tetap jaraknya. Karena dari dia sakit kan terbentuk antibodi alamiah. Nah antibodi alamiah itu tiga bulan itu sudah menurun, makanya dia perlu dikasih tiga bulan setelahnya," ujar Iris kepada Suara.com baru-baru ini.

Namun demikian, Iris mengunggkapkan bahwa ada perbedaan pendapat. Ada sejumlah ahli yang mengatakan cukup satu dosis jika telah terinfeksi Covid-19.

"Tapi menurut saya terlalu jauh. Karena tiga bulan (perlindungannya) yang menyerang pertamanya kapan," kata dia.

"Kalau saya pribadi dari segi imunologi kalau yang Sinovac atau Sinopharm yang jaraknya hanya 28 hari, buat saya harus tetap diulang (dua kali)."

Namun, untuk mereka yang telah mendapatkan vaksinasi AstraZeneca, menurut Iris tidak perlu diulang. Menurutnya, vaksin Astrazeneca punya perlindungan lebih lama.

baca juga

"Karena dia kan tiga bulan jarak yang pertama dan kedua. Jadi dia memang pembentukan antibodi lebih lambat. nanti setelah tiga bulan jadi tidak usah dua kali, karena dia lebih panjang kurun waktunya," kata Iris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Link Darurat Pasien COVID-19 di Jakarta dari Isoman sampai Donor Darah Plasma

Daftar Link Darurat Pasien COVID-19 di Jakarta dari Isoman sampai Donor Darah Plasma

Jakarta | Rabu, 14 Juli 2021 | 10:52 WIB

Bunda, Ini Panduan untuk Anak Isolasi Mandiri COVID 19

Bunda, Ini Panduan untuk Anak Isolasi Mandiri COVID 19

Sumsel | Rabu, 14 Juli 2021 | 10:45 WIB

Beredar Kisah Dokter Paru, Sebelum Wafat Tolak Ventilator Demi Pasien Lebih Muda

Beredar Kisah Dokter Paru, Sebelum Wafat Tolak Ventilator Demi Pasien Lebih Muda

News | Rabu, 14 Juli 2021 | 10:45 WIB

Terkini

Buka Kaca Mobil di Istana, PM Thailand Balas Sambutan Pelajar dengan Gestur Jari Cinta

Buka Kaca Mobil di Istana, PM Thailand Balas Sambutan Pelajar dengan Gestur Jari Cinta

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang

Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi

Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi

Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10 WIB

15 Ide Lomba 17 Agustus yang Cocok untuk Semua Usia, Seru dan Tidak Membosankan

15 Ide Lomba 17 Agustus yang Cocok untuk Semua Usia, Seru dan Tidak Membosankan

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan

Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK

Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta

Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna

Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir

Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:04 WIB

×