Ramai Gerakan Setop Sebar Berita Covid-19, Ini Saran Psikolog

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Kamis, 15 Juli 2021 | 12:05 WIB
Ramai Gerakan Setop Sebar Berita Covid-19, Ini Saran Psikolog
Ilustrasi Covid-19. (Suara.com/Eko Faizin)

Suara.com - Di media sosial, ramai imbauan agar masyarakat berhenti menyebarkan informasi terkait Covid-19. Dikatakan, berita tentang Covid-19 hanya membuat ketakutan dan menyebabkan stres.

Bahkan ada juga institusi yang mengaku sebagai lembaga media mendeklarasikan diri akan menyetop memberitakan penambahan kasus positif dan kematian, dan hanya akan memberitakan angka kesembuhan saja.

Gerakan tersebut kemudian menuai pro dan kontra warganet. Beberapa mendukung, lainnya menyebut gerakan itu mengada-ada.

Menurut Konsultan Psikologi Lina Karlina S.Psi, informasi terkait kasus kematian akibat Covid-19 yang bertubi-tubi memang dapat menyebabkan kecemasan berlebih.

"Ini terjadi terutama bagi orang-orang yang mengalami gangguan kecemasan. tentunya ini bisa jadi pemicu trauma bagi orang-orang yang mengalami ditinggal orang terdekat," ungkapnya saat dihubungi Suara.com, Rabu (14/7/2021) kemarin.

Saat seseorang merasa cemas, hal tersebut bisa menurunkan imunitas, gangguan psikis hingga menyebabkan gejala psikosomatis.

Namun Lina juga berpendapat bahwa menyetop berita terkait Covid-19 bukan pilihan yang tepat terutama di tengah krisis seperti saat ini. Ia kemudian memberikan saran bagai masyarakat yang memilih untuk menyaring informasi.

"Jangan terlalu sering terpapar informasi yang hanya negatifnya saja. Tapi juga cari informasi dari beberapa orang yang mampu bertahan di tengah pandemi. Seperti pola hidup sehat yang mereka terapkan," ungkapnya lebih lanjut.

Untuk yang telah 'kena mental' terkait informasi Covid-19, Lina sangat menyarankan untuk berhenti mengonsumsi dan menjauhi informasi terkait Covid-19.

"Tips dari saya untuk menghindari dari cemas dan stres akibat berita Covid, pertama jauhi berita-berita tersebut. Kedua kurangi bermain gadget, dan lakukan kegiatan aktivitas fisik seperti olahraga. Ketiga, banyakin aktivitas berbicara dengan keluarga di rumah," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejar Target Vaksinasi Covid-19, Edy Rahmayadi Minta Masyarakat 'Jemput Bola'

Kejar Target Vaksinasi Covid-19, Edy Rahmayadi Minta Masyarakat 'Jemput Bola'

Sumut | Kamis, 15 Juli 2021 | 12:02 WIB

Luhut Beberkan Keganasan Virus Covid-19 Varian Delta

Luhut Beberkan Keganasan Virus Covid-19 Varian Delta

Bisnis | Kamis, 15 Juli 2021 | 12:01 WIB

Luhut Siapkan Skenario Terburuk Jika Kasus Covid-19 Tembus 100 Ribu Sehari

Luhut Siapkan Skenario Terburuk Jika Kasus Covid-19 Tembus 100 Ribu Sehari

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 11:59 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB