Kenali Apa Saja Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 15 Juli 2021 | 20:00 WIB
Kenali Apa Saja Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya
Vaksinasi (Envato)

Suara.com - Seperti obat-obatan yang lain, vaksin Covid-19 juga dapat menyebabkan efek samping, dan ini adalah hal yang normal terjadi. Namun, tidak semua orang akan merasakan efek samping vaksin Covid-19 yang sama.

Efek samping vaksin Covid-19 terjadi disebabkan tubuh sedang memberikan respons terhadap vaksin yang masuk.

Sebagian besar efek samping adalah ringan dan tidak berlangsung lebih dari seminggu. Umumnya akan hilang 1 sampai 3 hari setelah dilakukan vaksin. Bahkan beberapa orang mungkin tidak merasakan efek samping vaksin Covid-19 sama sekali.

Dilansir dari laman National Health Service (NHS) Inggris, berikut adalah beberapa efek samping vaksin Covid-19 berikut cara untuk meredakannya.

Efek Samping Umum

Efek samping vaksin Covid-19 yang umum cenderung ringan, tidak berlangsung lama dan bisa hilang dengan sendirinya. Contohnya seperti:

  • sakit di area lengan yang mendapat suntikan
  • merasa lelah
  • sakit kepala
  • tidak enak badan
Pelajar saat menjalani vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 38, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pelajar saat menjalani vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 38, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Anda mungkin juga mengalami demam tinggi atau merasa panas maupun menggigil 1 atau 2 hari setelah vaksinasi. Untuk meredakannya, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen yang bisa dibeli di apotek tanpa resep.

Tapi Anda tidak disarankan meminum obat-obatan ini sebelum vaksinasi untuk tujuan mencoba mencegah efek samping. Minum banyak air untuk putih juga bisa membantu meringankan demam.

Jika Anda mengalami demam tinggi yang berlangsung lebih dari 2 hari, atau batuk terus-menerus serta kehilangan atau perubahan indra penciuman/perasa, Anda mungkin terinfeksi Covid-19. Sebaiknya lakukan isolasi mandiri di rumah dan lakukan tes.

Sebagai informasi penting, Anda tidak dapat tertular Covid-19 dari vaksin. Sehingga sangat mungkin Anda telah tertular sebelum atau setelah vaksinasi.

Efek Samping Jarang Terjadi

  • Reaksi alergi

Kebanyakan orang dengan alergi (termasuk alergi makanan atau penisilin) boleh mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Namun beri tahu dulu tenaga kesehatan yang bertugas sebelum divaksinasi jika Anda pernah mengalami reaksi alergi yang serius (termasuk anafilaksis).

Mereka mungkin bertanya lebih detail untuk memastikan Anda dapat ikut vaksinasi. Namun reaksi alergi serius terhadap vaksin Covid-19 sangat jarang terjadi.

Jika Anda memiliki reaksi, biasanya terjadi dalam beberapa menit. Staf yang memberikan vaksin dilatih untuk menangani reaksi alergi dan segera mengobatinya.

Kalau terjadi reaksi alergi yang serius terhadap dosis pertama vaksin, Anda tidak boleh memiliki vaksin yang sama untuk dosis kedua Anda.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Summarecon Bandung pada tanggal 10 Juli 2021.
Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Summarecon Bandung pada tanggal 10 Juli 2021.
  • Pembekuan darah

Ada laporan kasus pembekuan darah langka yang memengaruhi sejumlah kecil orang yang divaksin Oxford/AstraZeneca. Namun belum jelas mengapa hal itu mempengaruhi beberapa orang.

Meski demikian, untuk orang berusia 40 tahun atau lebih dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan lain, manfaat dari vaksinasi dengan vaksin Oxford/AstraZeneca lebih besar daripada risiko masalah pembekuan.

  • Peradangan jantung

Ada kasus radang jantung yang jarang dilaporkan setelah suntik vaksin Covid-19. Kebanyakan orang yang mengalaminya, sembuh setelah istirahat dan pengobatan sederhana.

Belum jelas apakah itu disebabkan oleh vaksin, tetapi hubungi layanan medis segera jika Anda memiliki gejala nyeri dada, sesak napas, jantung berdetak cepat, berdebar atau berdebar (palpitasi) dalam beberapa hari setelah divaksinasi.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Itulang efek samping vaksin Covid-19 baik yang umum maupun jarang terjadi. Jika terjadi reaksi berlebih atau tidak normal pada tubuh, sebaiknya segera hubungi dokter.

Contoh reaksi tidak normal seperti kemerahan atau nyeri pada area suntikan semakin memburuk setelah lebih dari 24 jam. Selain itu, jika efek samping vaksin Covid-19 yang telah disebutkan di atas tidak mereda walau telah berlangsung beberapa hari atau minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipakai Indonesia, Ini Deretan Efek Samping Vaksin Covid-19 Merek Pfizer

Dipakai Indonesia, Ini Deretan Efek Samping Vaksin Covid-19 Merek Pfizer

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 17:23 WIB

Badan POM Terbitkan EUA Vaksin Covid-19 Pabrikan Pfizer

Badan POM Terbitkan EUA Vaksin Covid-19 Pabrikan Pfizer

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 17:20 WIB

Booster Vaksin Hanya untuk Nakes, Masyarakat Diminta Tak Lakukan Vaksinasi Ketiga Sendiri

Booster Vaksin Hanya untuk Nakes, Masyarakat Diminta Tak Lakukan Vaksinasi Ketiga Sendiri

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 17:01 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB