Studi: Antibodi Penerima Vaksin Pfizer 10 Kali Lebih Tinggi Ketimbang Sinovac

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 16 Juli 2021 | 18:25 WIB
Studi: Antibodi Penerima Vaksin Pfizer 10 Kali Lebih Tinggi Ketimbang Sinovac
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi tahap pertama di Rumah Sakit Abdoel Moeleok Provinsi Lampung, Lampung, Kamis (14/1/2021). [ANTARA]

Suara.com - Orang yang menerima vaksin virus corona Pfizer-BioNTech memiliki sepuluh kali lipat jumlah antibodi daripada yang diberi Sinovac, China. Hal ini dinyatakan oleh sebuah penelitian di Hong Kong.

Melansir dari Medical Xpress, penelitian Universitas Hong Kong (HKU), berdasarkan penelitian terhadap 1.442 petugas kesehatan, diterbitkan di jurnal Lancet Microbe pada hari Kamis (15/7/2021).

Para peneliti mengatakan antibodi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan vaksin dalam memerangi penyakit tertentu. Tetapi mereka memperingatkan bahwa perbedaan konsentrasi antibodi penetralisir yang diidentifikasi dalam penelitian dapat diterjemahkan menjadi perbedaan substansial dalam efektivitas vaksin.

Mereka yang menerima Sinovac memiliki tingkat antibodi yang mirip atau lebih rendah dengan yang terlihat pada pasien yang pernah tertular dan berhasil melawan penyakit tersebut.

Studi ini menambah semakin banyak bukti bahwa vaksin yang menggunakan teknologi mRNA perintis, seperti Pfizer dari BioNTech dan Moderna menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap virus corona dan variannya yang dikembangkan dengan metode yang lebih tradisional seperti menggunakan bagian virus yang tidak aktif.

Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Namun vaksin tradisional lebih murah untuk diproduksi dan tidak rumit untuk diangkut dan disimpan seperti Sinovac menjadikan alat penting untuk memerangi pandemi di negara-negara miskin. Membuat vaksinasi lebih merata. 

Ahli epidemiologi Ben Cowling, salah satu penulis laporan tersebut, mengatakan orang harus tetap mendapatkan vaksinasi dengan Sinovac jika tidak ada pilihan lain karena beberapa perlindungan selalu lebih baik daripada tidak sama sekali.

"Jelas lebih baik divaksinasi dengan vaksin yang tidak aktif daripada menunggu vaksin lain dan tidak divaksinasi," kata Cowling.

Para peneliti mengatakan data mereka menyarankan strategi alternatif seperti suntikan booster (tambahan dosis) yang mungkin diperlukan untuk meningkatkan perlindungan bagi mereka yang telah menerima Sinovac.

Cowling mengatakan kapan harus memberikan suntikan booster akan menjadi fase berikutnya dari studi mereka yang sedang berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Vaksin Covid-19 Membangun Antibodi Lebih Kuat daripada Pulih dari Infeksi

Studi: Vaksin Covid-19 Membangun Antibodi Lebih Kuat daripada Pulih dari Infeksi

Health | Jum'at, 16 Juli 2021 | 13:18 WIB

Wajib Tahu, 6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia

Wajib Tahu, 6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia

Your Say | Jum'at, 16 Juli 2021 | 10:01 WIB

Diklaim Aman untuk Usia 12 Tahun ke Atas, BPOM Resmi Terbitkan Izin Edar Vaksin Pfizer

Diklaim Aman untuk Usia 12 Tahun ke Atas, BPOM Resmi Terbitkan Izin Edar Vaksin Pfizer

Sumbar | Jum'at, 16 Juli 2021 | 10:10 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB