Meski Kewalahan, IDI Yakin Indonesia Belum Butuh Bantuan Tenaga Kesehatan dari Luar

Minggu, 18 Juli 2021 | 16:10 WIB
Meski Kewalahan, IDI Yakin Indonesia Belum Butuh Bantuan Tenaga Kesehatan dari Luar
Sejumlah tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr Adib Khumaidi kembali menyoroti penumpukkan pasien Covid-19 di rumah sakit hingga menyebabkan perlunya penambahan tenda di area rumah sakit.

"Saat ini kita mengalami kondisi keterbatasan fasilitas tempat tidur,” ungkapnya pada acara Update kondisi Dokter dan Strategi Upaya Mitigasi Risiko mencegah Kolapsnya Fasilitas Kesehatan, Minggu (18/7/2021).

Masalah lain yang ia soroti adalah laporan mengenai kesulitan mendapatkan oksigen dan juga keterbatasan jumlah obat-obatan. Untuk itu, Adib menyinggung mengenai pentingnya mapping atau pemetaan kendala penangan Covid-19 per daerah.

Di Indonesia, Adib mendengar bagaimana kenaikan kasus Covid-19 terjadi di Semarang. Namun di sisi lain, kondisi penanganan di wilayah Jawa Tengah lain seperti Kudus, Pati dan Rembang semakin membaik.

"Kondisi ini yang saya kira fungsional kolapsnya sudah terjadi, tapi kita tidak bisa mengatakannya secara general. Kalau general, kita harus punya mapping. Jadi wilayah atau pemerintah daerah harus punya mapping terkait kemampuan fasilitas kesehatannya,” ungkapnya lebih lanjut.

Meski ia mengaku adanya kasus sistem kesehatan yang kolaps di beberapa wilayah di Indonesia, Adib mengatakan bahwa Indonesia belum membutuhkan bantuan dokter atau tenaga kesehatan dari luar negeri.

“Kita masih mampu, tinggal bagaimana pola pemberdayaannya ini. Termasuk kebutuhan mapping yang dibutuhkan, apa kompetensi yang dibutuhkan. Apakah dokter umum atau dokter spesialis,” katanya.

Untuk sekarang, lanjut dia, fasilitas kesehatan yang dibutuhkan adalah obat-obatan, alat kesehatan, dan juga oksigen. Untuk tiga komponen ini, ia berharap Indonesia bisa mendapat dukungan dari luar negeri.

"(Pemerintah) harus aktif melakukan mapping dan menghitung supply dan demand-nya, juga menilai kemampuan fasilitas kesehatan, obat-obatan dan lainnya, sehingga nanti kita bisa kordinasikan,”

Baca Juga: Innalillahi! Hingga 17 Juli, Total 545 Dokter Meninggal karena Covid-19

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI