545 Dokter Meninggal akibat Covid-19, Tim Mitigasi PB IDI: Beban Kerja Terlalu Berat

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Senin, 19 Juli 2021 | 07:38 WIB
545 Dokter Meninggal akibat Covid-19, Tim Mitigasi PB IDI: Beban Kerja Terlalu Berat
Ilustrasi dokter meninggal karena virus Corona. (Shuttterstock)

Suara.com - Hingga saat ini dokter dan tenaga kesehatan lainnya terus berjibaku dalam merawat pasien Covid-19. Namun karena melonjaknya kasus, dokter pun mengalami kesehatan fisik dan mental, serta rentan terpapar virus karena beban kerja tersebut.

Dr. Mahesa Paranadipa, Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menginformasikan bahwa hingga kini ada 545 dokter meninggal.

"Total kematian dokter saat ini ada di angka 545, paling banyak di Jawa Timur dengan 110 dokter meninggal, kemudian Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara," ujar dr. Mahesa dalam dialog Update Kondisi Dokter dan Strategi Upaya Mitigasi Resiko Mencegah Kolapsnya Fasilitas Kesehatan, Minggu (18/7/2021).

Angka kematian dokter tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada Juni 2021, di mana ada 114 dokter meninggal. Sehingga peningkatan angka kematian dokter akibat Covid-19 pada Juli 2021 mencapai lebih dari 100 persen.

"Itu dari data-data yang dilaporkan, belum data-data yang mungkin belum dilaporkan pada kami," tambahnya.

IDI sendiri sudah memberikan pedoman terkait perlindungan dan sebagian dokter sudah divaksinasi penuh. Namun seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi hari demi hari, membuat para dokter yang turun ke lapangan mengalami beban kerja yang terlalu berat dan overwork dalam waktu lama. 

Foto udara warga berziarah di dekat pusara keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021).  ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Foto udara warga berziarah di dekat pusara keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Akibatnya, kondisi tersebut menimbulkan kelelahan serta imunitas dokter menurun.

Guru Besar Pulmonologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. dr. Menaldi Rasmin menegaskan bahwa beban pekerjaan dokter sudah terlalu berat.

"Dalam 2 minggu telah berguguran 108 orang dokter. Ini bukan banyak, tapi terlalu banyak.....Sekarang persoalannya ada apa? Beban pekerjaan ini sudah terlampau berat ditanggung dokter. Terlampau banyak orang yang datang ke rumah sakit dan sudah dalam keadaan yang berat-berat," ujarnya.

Baca Juga: Lengkap! Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19 di PeduliLindungi

Untuk meringankan beban kerja itu, ia pun meminta masyarakat agar melakukan isolasi mandiri berdasar penilaian dokter agar kerja dokter terukur.

Sebab banyak kasus di mana masyarakat melakukan isolasi mandiri atas pilihan pribadi, tiba-tiba datang malam-malam dalam keadaan yang sudah berat. Padahal dokter yang dinas malam terbatas jumlahnya.

"Lalu dia (pasien Covid-19) bertumpahan ke dalam ruangan, dokter bekerja sepanjang hari dengan baju yang terkurung, tidak minum, makan, tidak bisa ke belakang karena bajunya sulit dilepas. Apa yang terjadi, dokternya sakit, ada yang meninggal dunia," ungkap dr. Menaldi.

"Sekali lagi kita paham bahwa dokter adalah aset negara, kepada mereka lah kita bertumpu. Jadi tugas utama kita menjaga itu semua. Caranya adalah ikuti protokol kesehatan dan gaya hidup sehat, vaksinasi, dan berkoordinasi dengan dokter. Itu kita bisa memotong kasus berat," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI