alexametrics

Hari Anak Nasional, Ini Tips Agar Anak Aktif Bergerak Meski Hanya di Rumah Saja

Vania Rossa
Hari Anak Nasional, Ini Tips Agar Anak Aktif Bergerak Meski Hanya di Rumah Saja
Ilustrasi anak aktif bermain (pexels/@cottonbro)

Penelitian mencatat hampir 33,8% anak Indonesia memiliki kecenderungan sedentary lifestyle atau gaya hidup tidak aktif.

Suara.com - Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli tahun ini masih harus dirayakan dengan penuh kewaspadaan akan kondisi pandemi Covid-19. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan laju pandemi, membuat masyarakat, tak terkecuali anak-anak, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Dan hal ini menyebabkan anak-anak cenderung memiliki gaya hidup tidak aktif.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information mencatat, hampir 33,8% anak Indonesia memiliki kecenderungan sedentary lifestyle atau gaya hidup tidak aktif. Kebiasaan ini misalnya dengan berdiam diri, jarang berolahraga, serta mengonsumsi makanan minuman tidak sehat secara berlebihan. Apabila dibiarkan, hal tersebut dapat memengaruhi perilaku dan kesehatan anak di masa depan. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk terus mengajak anak tetap aktif dan membangun kebiasaan sehat, termasuk dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Mengapa kebiasaan minum juga penting untuk diperhatikan? Peningkatan konsumsi minuman manis pada anak-anak tidak hanya memengaruhi kesehatan mereka di masa kanak-kanak, tetapi juga merupakan indikator kondisi kesehatan yang kuat di masa dewasa. Anak dengan kebiasaan minum yang baik sejak dini, cenderung akan membawa kebiasaan ini hingga mereka dewasa, sehingga bermanfaat untuk menjaga kualitas kesehatan di masa depan.

Seperti yang kita ketahui, sedentary lifestyle ini berkaitan dengan prevalensi obesitas pada anak, serta meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes. Dikhawatirkan, kebiasaan minum yang kurang baik dapat memperburuk dampak dari sedentary lifestyle di masa pandemi seperti sekarang ini.

Baca Juga: Hari Anak Nasional, Ini 5 Kebiasaan Dasar untuk Kesehatan Fisik dan Mental Anak

Beruntungnya, situasi dan dampak negatif tersebut dapat diminimalkan dengan bimbingan dari keluarga. Maka, orangtua perlu berupaya menjadi semakin kreatif untuk menstimulasi anak tetap bergerak aktif selama pandemi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud) mencatat beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mengurangi sedentary lifestyle. Orangtua dapat mencari aktivitas fisik favorit anak dan membuat permainan sederhana, seperti bermain bola, memanjat, atau permainan berburu harta karun yang mengharuskan anak keliling rumah. Bisa juga dengan mengajak membersihkan rumah yang dikemas dengan permainan, misalnya dengan memberikan stiker yang dapat dikoleksi, dan sebagainya.

Selain aktif bergerak, penting bagi orangtua untuk membantu anak menerapkan hidrasi sehat.

“Selain ada kecenderungan kurang aktif bergerak, riset juga menemukan 1 dari 5 anak Indonesia masih kurang minum. Padahal, kebiasaan minum yang baik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak tetapi juga membantu anak menjadi lebih cermat, tanggap, dan memiliki performa yang baik[6],“ ujar Dokter Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pakar Hidrasi, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), M.P.H.

“Anak membutuhkan dukungan orangtua agar mereka tetap aktif, terhidrasi, dan fokus. Pastikan kebutuhan air berkualitas dan nutrisi seimbang terpenuhi, serta kebiasaan hidup aktif ditingkatkan. Hal ini akan mendukung kualitas kesehatannya hingga dewasa nanti,” katanya lagi.

Baca Juga: Hari Anak Nasional, Ini 5 Pahala Merawat Anak Menurut Agama Islam

Dokter Bernie menambahkan, mengajak anak cukup minum juga dapat disiasati dengan cara yang menyenangkan.