alexametrics

Kesenangan Berujung Petaka, Pria Jepang Hampir Meninggal Usai Masturbasi, Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana
Kesenangan Berujung Petaka, Pria Jepang Hampir Meninggal Usai Masturbasi, Kok Bisa?
Ilustrasi masturbasi. [Shutterstock]

Seorang pria Jepang yang tak disebutkan namanya hampir meninggal usai masturbasi.

Suara.com - Kesenangan masturbasi seorang pria berusia 51 tahun berakhir petaka karena membuatnya hampir merenggut nyawa. Pria tersebut mengalami aneurisma otak setelah masturbasi.

Melansir dari Insider, laporan studi kasus tersebut telah diterbitkan pada Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases. Menurut dokter di Jepang dalam penelitian tersebut, ia menyebutkan bahwa pria yang tak disebutkan namanya itu melakukan masturbasi beberapa kali setiap hari sebelum ia mengalami perdarahan subarachnoid, aneurisma otak yang menyebabkan darah meresap ke dalam tengkorak.

Meskipun pria itu bertahan dan dipulangkan dari rumah sakit setelah dua minggu, pria itu termasuk beruntung. Sebab menurut Dr. Amee Baird, 40 persen pasien aneurisma otak akan meninggal. 

Baird juga mengatakan bahwa 14 persen pasien aneurisma yang pecah memiliki pembuluh darah di dekat otak mereka pecah setelah berhubungan seks atau masturbasi. Menurut penulis kasus, hanya ada dua kasus stroke terkait masturbasi lainnya.

Baca Juga: Bahaya Banget, Jangan Pernah Pakai Benda Ini Untuk Masturbasi

Setelah masturbasi, pria itu awalnya merasa sakit kepala dan muntah. Pria itu tahu ada sesuatu yang salah ketika dia tiba-tiba sakit kepala dan tidak bisa berhenti muntah.

Ilustrasi lelaki  masturbasi. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki masturbasi. (Shutterstock)


Ketika dia tiba di Rumah Sakit Universitas Nagoya di Jepang, tes mengungkapkan bahwa dia memiliki tekanan darah rendah dan kabut otak. Dokter tahu ini adalah tanda-tanda masalah otak dan penyakit terkait jantung, sehingga pria tersebut kemudian menjalani pemindaian CT di otaknya.

Mereka menemukan bahwa pria tersebut mengalami perdarahan subarachnoid yang berpotensi fatal. Karena orgasme dapat menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah, mereka percaya klimaks pria itu menyebabkan aneurisma-nya.

Untuk merawatnya, dokter memasukkan kantung aneurisma di otaknya dengan bahan koil bedah untuk mencegah perdarahan lebih lanjut. Kemudian, pria tersebut dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan pulih sepenuhnya.

Baca Juga: Siswa Sekolah Elit AS Dipertontonkan Video Masturbasi di Kelas, Orang Tua Geram

Komentar