Kesenangan Berujung Petaka, Pria Jepang Hampir Meninggal Usai Masturbasi, Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:51 WIB
Kesenangan Berujung Petaka, Pria Jepang Hampir Meninggal Usai Masturbasi, Kok Bisa?
Ilustrasi masturbasi. [Shutterstock]

Suara.com - Kesenangan masturbasi seorang pria berusia 51 tahun berakhir petaka karena membuatnya hampir merenggut nyawa. Pria tersebut mengalami aneurisma otak setelah masturbasi.

Melansir dari Insider, laporan studi kasus tersebut telah diterbitkan pada Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases. Menurut dokter di Jepang dalam penelitian tersebut, ia menyebutkan bahwa pria yang tak disebutkan namanya itu melakukan masturbasi beberapa kali setiap hari sebelum ia mengalami perdarahan subarachnoid, aneurisma otak yang menyebabkan darah meresap ke dalam tengkorak.

Meskipun pria itu bertahan dan dipulangkan dari rumah sakit setelah dua minggu, pria itu termasuk beruntung. Sebab menurut Dr. Amee Baird, 40 persen pasien aneurisma otak akan meninggal. 

Baird juga mengatakan bahwa 14 persen pasien aneurisma yang pecah memiliki pembuluh darah di dekat otak mereka pecah setelah berhubungan seks atau masturbasi. Menurut penulis kasus, hanya ada dua kasus stroke terkait masturbasi lainnya.

Setelah masturbasi, pria itu awalnya merasa sakit kepala dan muntah. Pria itu tahu ada sesuatu yang salah ketika dia tiba-tiba sakit kepala dan tidak bisa berhenti muntah.

Ilustrasi lelaki  masturbasi. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki masturbasi. (Shutterstock)


Ketika dia tiba di Rumah Sakit Universitas Nagoya di Jepang, tes mengungkapkan bahwa dia memiliki tekanan darah rendah dan kabut otak. Dokter tahu ini adalah tanda-tanda masalah otak dan penyakit terkait jantung, sehingga pria tersebut kemudian menjalani pemindaian CT di otaknya.

Mereka menemukan bahwa pria tersebut mengalami perdarahan subarachnoid yang berpotensi fatal. Karena orgasme dapat menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah, mereka percaya klimaks pria itu menyebabkan aneurisma-nya.

Untuk merawatnya, dokter memasukkan kantung aneurisma di otaknya dengan bahan koil bedah untuk mencegah perdarahan lebih lanjut. Kemudian, pria tersebut dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan pulih sepenuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Cumi-cumi, Kini Viral Ikan Gabus Jadi Bahan Masturbasi Tuai Kecaman

Usai Cumi-cumi, Kini Viral Ikan Gabus Jadi Bahan Masturbasi Tuai Kecaman

Hits | Selasa, 20 Juli 2021 | 20:15 WIB

Seorang Wanita Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelaku Nekat Masturbasi di Hadapannya

Seorang Wanita Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelaku Nekat Masturbasi di Hadapannya

News | Selasa, 06 Juli 2021 | 15:38 WIB

Pria Numpang Tidur di Rumah Pacar, Cumi-cumi Jadi Bahan Masturbasi

Pria Numpang Tidur di Rumah Pacar, Cumi-cumi Jadi Bahan Masturbasi

News | Minggu, 27 Juni 2021 | 10:15 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB