Sering Alami 5 Gejala Ini, Waspada Tanda Kena Diabetes

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 28 Juli 2021 | 18:30 WIB
Sering Alami 5 Gejala Ini, Waspada Tanda Kena Diabetes
Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Diabetes tipe 2 terjadi karena disfungsi dalam cara tubuh memproses hormon insulin. Insulin memiliki banyak peran penting, terutama dalam mengatur gula darah.

Produksi insulin yang buruk menimbulkan kadar gula darah yang tidak teratur terutama di pagi hari.

Situasi itu dikenal dengan fenomena fajar, atau kenaikan alami gula darah yang terjadi pada dini hari. Pergeseran kadar gula darah terjadi sebagai akibat dari perubahan hormonal dalam tubuh.

Tubuh biasanya menggunakan insulin untuk mengatasi kenaikan gula darah ini. Namun tubuh penderita diabetes tidak menghasilkan cukup insulin, atau tidak dapat menggunakan insulin dengan benar.

Akibatnya, orang tersebut akan merasakan efek memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah. Menurut Medical News Today, lima gejala utama untuk menandai peringatan fenomena fajar meliputi:

  • Pingsan
  • Mual
  • Pandangan yang kabur
  • Disorientasi
  • Rasa haus yang ekstrim

Fenomena fajar bisa menjadi masalah karena tubuh tidak mampu secara alami memperbaiki perubahan insulin di malam hari. Ini sering menciptakan kadar glukosa darah tinggi secara konsisten di pagi hari.

Perkiraan menunjukkan bahwa fenomena fajar terjadi pada sekitar 50 persen orang yang memiliki diabetes tipe 2.

Dr Sarah Brewer mengatakan alasan utama mengapa setiap orang mengalami kadar gula darah yang sedikit lebih tinggi di pagi hari dikenal sebagai fenomena fajar."

“Untuk orang tanpa diabetes, kenaikan glukosa minimal, tetapi bagi mereka yang menderita diabetes, kadar glukosa darah tetap lebih tinggi dari biasanya," kata dia.

Baca Juga: Kontrol Diabetes di Masa Pandemi, Lakukan 5 Aktivitas Berikut

Satu studi menemukan bahwa sekitar 55 persen penderita diabetes mengalami afek fajar, tetapi yang lain tidak menemukan prevalensi yang sama. Fenomena fajar disebabkan oleh bioritme alami kita di mana produksi hormon insulin (yang menurunkan glukosa) ditekan saat tidur, dan kadar hormon lain yang meningkatkan glukosa (hormon pertumbuhan, glukagon, dan kortisol) meningkat.

Ada juga teori (dikenal sebagai efek Somogyi) yang menunjukkan bahwa, pada penderita diabetes yang menggunakan insulin, kenaikan gula darah di pagi hari bisa menjadi efek rebound dari penggunaan terlalu banyak atau, sebaliknya, terlalu sedikit insulin. malam sebelumnya, tapi ini kontroversial.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI