alexametrics

Viral Influencer Dapat Dosis Ketiga Vaksin Booster Moderna, IDI Angkat Bicara

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Viral Influencer Dapat Dosis Ketiga Vaksin Booster Moderna, IDI Angkat Bicara
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Ia juga mendorong untuk Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan investigasi. Adib meminta pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan kabar tersebut.

Suara.com - Baru-baru ini di media sosial ramai kabar bahwa ada seorang influncer yang dapat jatah vaksin Covid-19 dosis ketiga alias vaksin booster. Proses penyuntikan booster ini dididuga dilakukan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kutip berita Suara.com, Rabu (28/7/2021).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Terpilih Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi akhirnya buka kepada Suara.com, Kamis, (29/7/2021). 

"Ini kan informasi beberapa hari yang lalu ya, yang saya dapat infonya itu vaksin moderna baru masuk ke 14 rumah sakit vertikal sekitar 3.820. Jadi kalau umpamanya diselenggarakannya di wilayah publik, saya kira perlu klarifikasi apakah benar vaksin moderna atau vaksin pada umumnya," kata Adib saat dihubungi Suara.com. 

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Ia juga mendorong untuk Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan investigasi. Adib meminta pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan kabar tersebut.  Karena, menurut Adib, saat ini vaksin dosis ketiga terutama dengan vaksin Moderna baru untuk tenaga kesehatan. 

Baca Juga: Waduh, Vaksinasi Covid-19 di Puri Bengawan Bogor Membludak

"Saya kira untuk saat ini tidak bisa, karena Moderna ini tiba dari dan diperuntukkan bagi nakes. Jadi itu yang harus dipahami, terlepas dari masyarakat akan mendapatkan booster, itu akan dipersiapkan program dari pemerintah. Kenapa diupayakan bagi nakes? Karena ini bisa melindungi mereka saat melayani masyarakat," kata dia. 

Bicara soal alokasi vaksin Moderna sendiri, Adib mengatakan bahwa ia tidak berkepentingan terkait denga pengaturan. Sejauh pengetahuan Adid, sebanyak 1,5 juta dosis diharapkan untuk tenaga kesehatan. 

"Kalau yang dosis satu dan dua, laporan kemarin temen-temen nakes sudah mendapatkan dosis satu dan dua 1,5 juta, dan ini yang harus dilakukan divaksinasi ketiga. Mengenai kaitannya, saya tidak bisa menjawab. Karena pengaturannya dari pemerintah dan Kementerian Kesehatan," kata dia.

Komentar