Komnas KIPI Ungkap Hasil Autopsi Trio, yang Diduga Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 30 Juli 2021 | 15:35 WIB
Komnas KIPI Ungkap Hasil Autopsi Trio, yang Diduga Meninggal karena Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mengungkap hasil autopsi terhadap Trio Fauqi Virdaus yang diduga meninggal karena Vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Trio diduga meninggal karena vaksin AstraZeneca, diungkap kakak Trio Sabbihis Fathun Vickih, jika adiknya mengeluh sakit kepala hingga demam tinggi usai disuntik vaksin, dan 22 jam setelah disuntik meninggal dunia.

Ketua Komnas KIPI, Prof. Hindra Irawan Satari mengatakan pihaknya sudah mendapatkan hasil otopsi dari Departemen Forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang menyatakan hasil kematian tidak bisa ditentukan.

Hasilnya berdasarkan hasil otopsi itu, KOMNAS KIPI menyampaikan kepada Menteri Kesehatan dengan rekomendasi kematian Trio tidak bisa ditentukan.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Kolase foto/Unsplash/dok. istimewa)

"Rekomendasi Komnas sudah disampaikan kepada Menkes, klasifikasi KIPI adalah undeterminate atau tidak dapat ditentukan," ujar Prof. Hindra saat dihubungi suara.com, Jumat (30/7/2021).

Prof. Hindra menambahkan jika pihaknya sudah menyampaikan informasi ini kepada pihak keluarga. Dalam pertemuan itu hadir ibunda Trio, kakak perempuan, dan kakak lelaki.

Namun meski sudah disampaikan hasil autopsi, pihak keluarga tetap bersikukuh jika Trio meninggal karena vaksin AstraZeneca.

"Komnas mengeluarkan rekomendasi, sesuai dengan hasil otopsi, sebab kematian: tidak dapat ditentukan. Jadi kami menghormati sikap keluarga, namun belum cukup bukti untuk mengkaitkan vaksin dengan KIPI yang terjadi," terang Prof. Hindra.

Selain menghormati sikap keluarga, kata Prof. Hindra pihaknya masih akan mendengar rekomendasi dan laporan yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA).

baca juga

"Apabila ada kasus yang serupa, tentu Komnas KIPI akan mengkaji kembali," pungkas Prof. Hindra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh! Dapat Bisikan Tuhan, Pendeta Wanita Ini Beberkan Alasan Tak Mau Divaksin Covid-19

Heboh! Dapat Bisikan Tuhan, Pendeta Wanita Ini Beberkan Alasan Tak Mau Divaksin Covid-19

Surakarta | Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:24 WIB

Vaksin Covid-19 Kosong di Puskesmas Medan, Warga Diimbau Bersabar

Vaksin Covid-19 Kosong di Puskesmas Medan, Warga Diimbau Bersabar

Sumut | Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:22 WIB

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Pasutri di Malang Ini Berjuang Mendapat Vaksin COVID-19

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Pasutri di Malang Ini Berjuang Mendapat Vaksin COVID-19

Malang | Kamis, 29 Juli 2021 | 18:05 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×