Update Covid-19 Global: Konflik Lokal Bikin Myanmar Berpotensi Jadi Superspreader Corona

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 01 Agustus 2021 | 09:17 WIB
Update Covid-19 Global: Konflik Lokal Bikin Myanmar Berpotensi Jadi Superspreader Corona
Foto diambil tanggal 29 Juni 2021, sekelompok tenaga medis tengah mengangkat peti jenazah korban Covid-19 di salah satu wilayah Tedim, Myanmar. (Foto: Tedim POST/AFP)

Suara.com - Angka infeksi Covid-19 di seluruh dunia bertambah 529.141 dalam 24 jam terakhir. Sementara kasus kematian akibat Covid-19 dalam waktu yang sama juga bertambah sebanyak 8.771 jiwa.

Dikutip dari laman worldometers, total lebih dari 198,5 juta kasus Covid-19 yang telah tercatat di seluruh dunia dengan angka kematian mencapai 4,23 juta orang per Minggu (1/8/2021).

Di Myanmar, pandemi Covid-19 diperburuk dengan rumitnya konflik lokal di sana. Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, negara anggota ASEAN tersebut juga diselimuti kudeta politik dari militer sejak Februari lalu.

Karena kejadian tersebut, kasus penularan virus corona secara lokal makin sulit dikendalikan.

Seorang pejabat Doctors Without Borders menyebut, penyebaran 'komunitas yang tidak terkendali' terjadi akibat salah urus krisis oleh junta militer serta sektor kesehatan yang hampir kolaps.

Statistik resmi rezim militer mencatat sekitar 6.000 kasus baru dan 300 kematian per hari, tetapi tidak ada yang percaya data tersebut akurat.

Pada situs worldometer, kasus Covid-19 di Myanmar tercatat ada 299.185 kasus, terbanyak kelima di ASEAN. Sedangkan angka kematian mencapai 9.334 jiwa.

Para ahli banyak meragukan laporan tersebut sebab tingkat tes harian dilakukan sangat rendah. Hanya ada sekitar 15.000 tes Covid-19 yang dilakukan per hari di Myanmar.

Meski tes rendah, tingkat positif tetap naik sekitar 37 persen, atau 370 positif untuk setiap 1.000 orang yang dilakukan tes.

baca juga

Sementara itu, baru 2,8 persen, dari 54 juta penduduk Myanmar yang telah divaksinasi penuh. Sejumlah ahli khawatir Myanmar bisa menjadi negara penyebar super Covid-19.

Hal tersebut bisa menyebabkan munculnya varian baru, kata pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar.

"Ini sangat, sangat berbahaya untuk berbagai alasan. Ini adalah wilayah yang rentan terhadap penderitaan yang lebih besar karena Myanmar menjadi negara penyebar super," kata PBB dikutip dari Channel News Asia.

PBB mengatakan, badai sempurna Covid-19 menjadi faktor memicu krisis kesehatan yang semakin dalam.

Mulai dari, staf medis mogok sebagai bagian dari gerakan pembangkangan sipil melawan kudeta. Hingga, oksigen dan peralatan medis lainnya semakin mahal dan persediaannya terbatas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update COVID-19 Jakarta Sabtu 31 Juli: Positif 3.327, Sembuh 4.948, Meninggal 183

Update COVID-19 Jakarta Sabtu 31 Juli: Positif 3.327, Sembuh 4.948, Meninggal 183

Jakarta | Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:24 WIB

Update COVID-19 Kabupaten Bekasi 31 Juli: Positif 279, Sembuh 164, Meninggal 7

Update COVID-19 Kabupaten Bekasi 31 Juli: Positif 279, Sembuh 164, Meninggal 7

Bekaci | Sabtu, 31 Juli 2021 | 18:05 WIB

Lokasi Isi Ulang dan Sewa Tabung Oksigen Medis Wilayah Bandung dan Sekitarnya

Lokasi Isi Ulang dan Sewa Tabung Oksigen Medis Wilayah Bandung dan Sekitarnya

Lifestyle | Minggu, 01 Agustus 2021 | 08:30 WIB

Terkini

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

×