Benarkah Vaksin AstraZeneca Berisiko Timbulkan Pembekuan Darah? Peneliti Ungkap Faktanya

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 03 Agustus 2021 | 10:05 WIB
Benarkah Vaksin AstraZeneca Berisiko Timbulkan Pembekuan Darah? Peneliti Ungkap Faktanya
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Beberapa waktu lalu muncul kekahwatiran risiko pembekuan darah pada sejumlah orang yang mendapat vaksin AstraZeneca sindroma trombosis dengan trombositopenia (TTS). Ini sempat membuat banyak orang enggan untuk divaksin.

Kini sebuah studi terbaru mengatakan bahwa kasus pembekuan darah yang sangat langka usai dosis kedua vaksin Covid-19 AstraZeneca sebanding dengan yang mungkin terjadi secara alami pada populasi yang tidak divaksinasi.

Dalam keterangan yang diterimas Suara.com, Selasa, (3/7/2021), data yang diterbitkan di The Lancet hari ini, menunjukkan bahwa perkiraan tingkat kejadian TTS setelah dosis kedua Vaksin COVID-19 AstraZeneca adalah 2,3 per satu juta orang yang divaksin, sebanding dengan tingkat kejadian yang diamati pada populasi yang tidak divaksinasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca (Antara/Moch Asim)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca (Antara/Moch Asim)

Sedangkan setelah dosis pertama tingkat kejadian diperkirakan 8,1 per satu juta orang yang divaksin. Tingkat kejadian setelah dosis kedua sebanding dengan kejadian secara alami yang diamati pada populasi yang tidak divaksinasi.

Sir Mene Pangalos, Executive Vice President, BioPharmaceuticals R&D, mengatakan, vaksin COVID-19 AstraZeneca efektif melawan semua tingkat keparahan COVID-19 dan memainkan peran penting dalam memerangi pandemi.

Hasil ini mendukung pemberian dua dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca sesuai dengan yang telah diindikasikan, kecuali apabila terjadi TTS setelah pemberian dosis pertama.

"Vaksin Covid19 AstraZeneca dapat membantu memberikan perlindungan terhadap Covid-19 termasuk terhadap varian baru yang kini sedang meningkat.” kata Pangalos

Analisis ini dilakukan menggunakan database keamanan global AstraZeneca, yang mencatat semua efek samping yang dilaporkan secara spontan dari penggunaan obat-obatan dan vaksinnya di dunia nyata, di seluruh dunia.

Kejadian TTS yang dilaporkan secara global dimasukkan hingga tanggal batas 30 April, yang terjadi dalam kurun waktu 14 hari setelah pemberian dosis pertama atau kedua Vaksin COVID-19 AstraZeneca.

baca juga

Hasil analisis ini sejalan dengan laporan terbaru dalam Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) Yellow Card Report, sistem yang digunakan Inggris untuk mengumpulkan dan memantau informasi tentang masalah keamanan, yang juga menunjukkan tingkat TTS yang rendah setelah dosis kedua.2

Tidak ada faktor risiko spesifik atau penyebab pasti TTS setelah vaksinasi COVID-19 yang telah teridentifikasi, dan AstraZeneca terus melakukan dan mendukung investigasi yang sedang berlangsung tentang kemungkinan mekanismenya.

Selain itu, peristiwa yang sangat langka ini dapat dihindari apabila gejala segera diidentifikasi dan diobati dengan tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai September, Jerman Kasih Warga Vaksin Booster Covid-19

Mulai September, Jerman Kasih Warga Vaksin Booster Covid-19

Health | Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:57 WIB

Inggris Izinkan Turis dari AS dan UE Masuk Tanpa Karantina, Ini Syaratnya

Inggris Izinkan Turis dari AS dan UE Masuk Tanpa Karantina, Ini Syaratnya

News | Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:55 WIB

Pandemi COVID-19 Hambat Program Vaksinasi Penyakit Lain di Sejumlah Negara

Pandemi COVID-19 Hambat Program Vaksinasi Penyakit Lain di Sejumlah Negara

Video | Selasa, 03 Agustus 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Pahami Dilema Orangtua Urban, Nikita Willy Buka Ruang Hadir Utuh Lewat FamFest 2026

Pahami Dilema Orangtua Urban, Nikita Willy Buka Ruang Hadir Utuh Lewat FamFest 2026

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:40 WIB

RiaMiranda Archive Sale 2026 Tawarkan Koleksi Eksklusif dan Promo Menarik dari BRI

RiaMiranda Archive Sale 2026 Tawarkan Koleksi Eksklusif dan Promo Menarik dari BRI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Bagaimana Cara Cetak KK Barcode Sendiri Menggunakan Kertas A4?

Bagaimana Cara Cetak KK Barcode Sendiri Menggunakan Kertas A4?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:35 WIB

DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan

DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Bukan Cuma Buat MBG! Bima Arya Luruskan Simpang Siur Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun

Bukan Cuma Buat MBG! Bima Arya Luruskan Simpang Siur Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ulasan Film Laut Bercerita: Ketika Suara Demokrasi Dibungkam dengan Paksa!

Ulasan Film Laut Bercerita: Ketika Suara Demokrasi Dibungkam dengan Paksa!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal

Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

×