alexametrics

Jangan Sembarangan, Ibu Menyusui Harus Konsultasi Sebelum Minum Obat Covid-19

Bimo Aria Fundrika
Jangan Sembarangan, Ibu Menyusui Harus Konsultasi Sebelum Minum Obat Covid-19
Ilustrasi obat-obatan (pixabay)

Menurut dia, obat seperti oseltamivir dan favipiravir dalam bentuk terhidroksilasi memang ditemukan terdistribusi dalam ASI.

Suara.com - Sejumlah pasien isolasi mandiri atau isoman kerap mengonsumsi obat Covid-19 hasil rekomendasi. Tapi sebaiknya harus hati-hati dalam mengonsumsi obat, terlebih bagi ibu menyusi

Oleh sebab itu Dokter umum konselor laktasi lulusan Fakultas Kedokteran Umum Universitas Padjadjaran, dr. Nia Wulan Sari, CIMI, menyarankan ibu menyusui untuk konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi obat Covid-19.

Menurut dia, obat seperti oseltamivir dan favipiravir dalam bentuk terhidroksilasi memang ditemukan terdistribusi dalam ASI. Namun, metabolit aktif oseltamivir hanya terdeteksi pada ASI dalam jumlah minimal.

"Oseltamivir dapat digunakan pada ibu menyusui apabila potensi manfaat yang didapat oleh ibu melebihi potensi risiko paparan obat terhadap bayi," kata dia yang berpraktik di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: PPKM Level 4 Jakarta Diperpanjang, Anies: Kasus Positif Masih 15 Persen

Sedangkan untuk favipiravir, Nia tidak menganjurkan diberikan pada ibu menyusui. In karena masih belum ada penelitian lebih lanjut terkait penggunaan favipiravir yang melibatkan perempuan hamil dan menyusui.

Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

"Masih belum diketahui apakah metabolit acetylcysteine berada di dalam ASI, sehingga penggunaan untuk ibu menyusui harus mempertimbangkan dengan matang manfaat dan risikonya," tutur dia.

Para ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mempertimbangkan manfaat dan efek samping sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Di sisi lain, ibu juga tetap bisa menyusui bayinya walau positif COVID-19, dengan catatan tidak ada gejala atau hanya bergejala ringan dan mampu menyusui langsung. Hal ini untuk memelihara interaksi atau skin to skin contact antara ibu dan bayi.

Nia mengatakan, efek perlindungan ASI sangat kuat dalam melawan infeksi penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh bayi. Beberapa penelitian mengungkapkan, terdapat antibodi COVID-19 yang mengalir dalam ASI.

Baca Juga: Polisi Tongkrongi Keluarga Akidi Tio Pastikan Sumbangan COVID-19 Rp 2 Triliun Cair

Sampai saat ini, belum ada bukti penularan COVID-19 secara langsung dari ibu kepada anaknya melalui ASI, dan hanya antibodinya yang ditemukan dalam ASI. Oleh karena itu, ibu positif COVID-19 tetap disarankan untuk memberikan ASI pada bayinya.

Komentar