alexametrics

Biar Makin Mudah Tersebar, Ahli Kembangkan Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil hingga Inhaler

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Biar Makin Mudah Tersebar, Ahli Kembangkan Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil hingga Inhaler
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Seorang ahli bersama tim penelitinya sedang berusaha mengembangkan vaksin Covid-19 dalam bentuk inhaler hingga pil.

Suara.com - Saat ini vaksin Covid-19 berbentuk cairan yang diberikan melalui suntikan. Tapi, vaksin Covid-19 ini bisa berasal dari inhaler maupun pil di mada mendatang.

Di laboratorium putih dan lapang di Medicon Village, salah satu taman sains terbesar di Swedia selatan, ahli kimia Ingemo Andersson menunjukkan inhaler plastik tipis seukuran kotak korek api yang diharapkan bisa menjadi pengganti suntikan vaksin Covid-19.

Timnya pun berharap inhaler ukuran kecil ini bisa memainkan peran besar dalam perang global melawan virus corona Covid-19, yang memungkinkan orang untuk mengambil vaksin Covid-19 dalam versi bubuk sendiri di rumah.

"Produk ini juga akan sangat mudah diproduksi. Karena, Anda cukup mengeluarkan sedikit plastik dan inhaler vaksin bisa dimasukkan ke dalam mulut sambil mengambil napas dalam," kata Ingemo Andersson dikutip dari BBC.

Baca Juga: Awas, Orang yang Sudah Dapat Vaksinasi Covid-19 Masih Bisa Jadi Pembawa Virus Corona

Perusahaan, Iconovo, bekerja sama dengan start-up penelitian imunologi di Stockholm, ISR, yang telah mengembangkan vaksin versi bubuk kering untuk melawan virus corona Covid-19.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Vaksin versi bubuk kering ini menggunakan protein virus corona Covid-19 dan bisa bertahan dalam suhu hingga 40 derajat celcius, berbeda dengan vaksin Pfizer, Moderna dan AstraZeneca yang menggunakan RNA atau DNA dari protein virus.

Hal ini pastinya sangat kontras dengan vaksin Covid-19 lainnya yang telah mendapatkan persetujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terutama dalam metode penyimpanan vaksin Covid-19 tersebut.

Vaksin Covid-19 yang telah disetujui ini harus disimpan ke dalam botol kaca keras pada suhu -70 derajat celcius, sebelum dipindahkan ke lemari es.

Saat ini, perusahaan sedang menguji vaksin Covid-19 versi bubuk kering pada sampel varian Beta dan Alpha. Ia percaya bahwa vaksin versi bubuk ini sangat berguna dalam mempercepat peluncuran vaksin Covid-19 di Afrika.

Baca Juga: IPB: Belum Ada Bukti Hewan Positif COVID-19 Tularkan Virus Corona ke Manusia

Selain itu, vaksin Covid-19 versi bubuk kering ini juga mungkin lebih berguna bagi wilayah dengan iklim lebih hangat dan pasokan listrik terbatas. Karena, wilayah ini mungkin menghadapi masalah besar dalam hal penyimpanan vaksin Covid-19.