Angka Kematian Masih Tinggi, Satgas Covid-19 IDI Kritik Layanan RS dan Laboratorium

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 11:48 WIB
Angka Kematian Masih Tinggi, Satgas Covid-19 IDI Kritik Layanan RS dan Laboratorium
Petugas tengah melakukan pemakaman dengan protokol COVID-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Selasa (6/7/2021). [Instagram@arizapatria]

Suara.com - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) prof. Zubairi Djurban, Sp.Pd., mengungkapkan bahwa lonjakan kematian akibat infeksi virus corona saat ini tak lepas dari kondisi pandemi yang terjadi di Indonesia dalam dua bulan terakhir. Ia juga mengkritik layanan rumah sakit dan laboratorium tes Covid-19.

Prof Zubairi membenarkan bahwa masih terjadi antrean panjang pasien Covid-19 untuk mendapatkan tempat tidur di rumah sakit. Selain itu, kurangnya pasokan oksigen untuk RS dan isolasi mandiri (isoman) yang kurang tertangani menyebabkan sekitar 30 ribu orang meninggal akibat Covid-19 selama Juli 2021. 

"Laporan dari lapangan, puskesmas dan pasien itu memang kesulitan menghubungi hotline rumah sakit. Mereka coba menghubungi namun tidak ada yang angkat. Akibatnya, ambulans dari puskesmas tidak bisa jalan ke rumah sakit. Pasien pun tidak tertangani dan akhirnya meninggal," kata Ketua Satgas Covid-19 IDI itu, dikutip dari tulisannya di Twitter, Jumat (6/8/2021).

Pemakaman jenazah Covid-19. [Ist]
Pemakaman jenazah Covid-19. [Ist]

"Jadi, saya mohon banget, hotline di rumah sakit itu dibuka dan direspons. Karena ambulans dari puskesmas baru bisa berangkat kalau rumah sakit yang dituju memberi jaminan," kritiknya.

Rumah sakit memang makin sulit untuk merawat pasien Covid-19 secara intens. Bahkan ada yang terpaksa menolak pasien karena tempat tidur sudah penuh, lanjut prof Zubairi. Di sisi lain, tenaga medis dan kesehatan juga kewalahan. 

Meski begitu, prof Zubairi meminta agar rumah sakit tetap merespons layanan hotline dari puskesmas, bagaimanapun daruratnya kondisi di rumah sakit.

"Paling tidak memberi informasi faktual saat itu," ucapnya.

Hal lain yang juga harus menjadi sorotan, lanjut prof Zubairi, terkait keberadaan laboratorium yang menjadi tempat tes antigen dan PCR. Menurutnya, seharusnya laboratorium juga punya kewajiban untuk memberikan konsultasi dan merujuk pasien terkonfirmasi Covid-19 ke puskesmas atau rumah sakit.

"Bukan cuma setelah hasil tes diberikan, disudahi begitu saja. Modelnya bisa mirip-mirip dengan tes HIV dulu. Yakni bersamaan hasil tes keluar dari lab, ya sudah sepaket dengan konsultasi dan memberi jalan kepada pasien untuk melakukan apa. Ini harus jadi konsern," usulnya.

baca juga

Bukan hanya itu, prof Zubairi juga menyoroti peristiwa isoman yang banyak dilakukan masyarakat tetapi tidak punya pengetahuan cukup terkait kesehatan. Ia menegaskan bahwa meski isoman di rumah, pasien Covid-19 tetap memerlukan konsultasi dengan dokter.

Ia bersyukur, di beberapa daerah telah bisa diakses layanan telemedicine yang menghubungkan secara daring pasien Covid-19 yang isoman dengan dokter. Dokter spesialis penyakit dalam itu berharap layanan telemedicine bisa semakin merata terakses di seluruh daerah.

"Saya kira ini bagus sekali dan saya salut kepada teman-teman dokter yang sudah melaksanakannya. Semoga, daerah yang sudah melakukan telemedicine dan berhasil, bisa menjadi prototipe daerah lain untuk melakukannya juga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belasan Ribu Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Kemensos Upayakan Reunifikasi

Belasan Ribu Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Kemensos Upayakan Reunifikasi

News | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 11:19 WIB

Kabar Baik, Vaksin Sinopharm Disebut Potensial Lawan Varian Delta

Kabar Baik, Vaksin Sinopharm Disebut Potensial Lawan Varian Delta

Health | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 11:14 WIB

Rambut Rontok Usai Sembuh Covid-19? Berikut Penjelasan dan Saran Dokter

Rambut Rontok Usai Sembuh Covid-19? Berikut Penjelasan dan Saran Dokter

Health | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 11:13 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×