Studi: Moderna Lebih Efektif Lawan Virus Corona Varian Delta Dibanding Pfizer

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 10 Agustus 2021 | 12:43 WIB
Studi: Moderna Lebih Efektif Lawan Virus Corona Varian Delta Dibanding Pfizer
Petugas medis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) memperlihatkan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). . ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Suara.com - Vaksin Covid-19 produksi Moderna diklaim lebih efektif dalam menangkal virus corona varian Delta dibanding vaksin mRNA dari Pfizer-BioNTech.

Klaim tersebut berdasarkan hasil dua laporan yang diposting di medRxiv, sebuah situs Internet yang mendistribusikan eprint yang belum diterbitkan tentang ilmu kesehatan.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 50.000 pasien di Mayo Clinic Health System, para peneliti menemukan efektivitas vaksin Moderna terhadap infeksi turun menjadi 76 persen setelah sekitar tujuh bulan.

Selama periode yang sama, efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech turun menjadi 42 persen, kata para peneliti. Sementara kedua vaksin tetap efektif untuk mencegah rawat inap akibat Covid-19.

Selain itu, suntikan booster Moderna mungkin diperlukan segera oleh orang yang mendapatkan vaksin Pfizer atau Moderna, kata Dr. Venky Soundararajan dari referensi perusahaan analisis data Massachusetts, yang memimpin studi Mayo.

Dalam studi terpisah, penghuni panti jompo lansia di Ontario yang disuntik vaksin Moderna menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat, terutama terhadap varian yang mengkhawatirkan.

"Orangtua mungkin memerlukan dosis vaksin yang lebih tinggi, booster, dan tindakan pencegahan lainnya," kata Anne-Claude Gingras dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute di Toronto, yang memimpin penelitian di Kanada, dikutip dari Asia One.

Data terbaru dari penelitian juga menunjukan bahwa risiko terinfeksi Covid-19 jadi lebih tinggi pascalima bulan atau lebih disuntik vaksin dosis kedua Pfizer-BioNTech.

Para peneliti mempelajari hampir 34.000 orang dewasa yang divaksinasi lengkap di Israel  yang diuji untuk melihat apakah mereka masih terinfeksi Covid-19.

baca juga

Secara keseluruhan, 1,8 persen dinyatakan positif. Pada segala usia, kemungkinan tes positif lebih tinggi ketika dosis vaksin terakhir diterima setidaknya 146 hari sebelumnya.

Di antara pasien yang berusia lebih dari 60 tahun, kemungkinan tes positif hampir tiga kali lebih tinggi pasca 146 hari vaksinasi dosis kedua.

Meski masih terinfeksi, peneliti menekankan hanya sedikit di antara orang yang sudah divaksinasi memerlukan rawat inap saat positif Covid-19.

"Sangat sedikit pasien yang memerlukan rawat inap, dan terlalu dini untuk menilai tingkat keparahan infeksi baru ini dalam hal masuk rumah sakit, kebutuhan ventilasi mekanis atau kematian. Kami berencana untuk melanjutkan penelitian kami," kata rekan penulis Dr. Eugene Merzon dari Layanan Kesehatan Leumit di Israel.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Sediakan Pos Vaksinasi Covid-19 untuk Pengunjung Mal

Pemkot Sediakan Pos Vaksinasi Covid-19 untuk Pengunjung Mal

Sumut | Selasa, 10 Agustus 2021 | 12:06 WIB

Sandiaga Targetkan 450.000 Masyarakat Bisa Dapat Vaksin di Sentra Vaksinasi Kemenparekraf

Sandiaga Targetkan 450.000 Masyarakat Bisa Dapat Vaksin di Sentra Vaksinasi Kemenparekraf

Lifestyle | Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:55 WIB

Dukung Kartu Vaksin Syarat Akses Tempat Umum, GIPI DIY Minta Komitmen Pemerintah

Dukung Kartu Vaksin Syarat Akses Tempat Umum, GIPI DIY Minta Komitmen Pemerintah

Jogja | Selasa, 10 Agustus 2021 | 10:45 WIB

Terkini

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 17:23 WIB

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:22 WIB

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 17:19 WIB

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:16 WIB

365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist

365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 17:10 WIB

Malaysia Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla RI: Kirim Pesawat hingga 52 Anggota Pemadam

Malaysia Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla RI: Kirim Pesawat hingga 52 Anggota Pemadam

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:08 WIB

Heboh 25 Merek Beras Gizi Palsu, Pemkot Bandar Lampung Sidak Pasar dan Ancam Tarik Paksa Produk

Heboh 25 Merek Beras Gizi Palsu, Pemkot Bandar Lampung Sidak Pasar dan Ancam Tarik Paksa Produk

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 17:07 WIB

Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi

Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 17:06 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Memahami Trauma Loop Ibu: Apakah Bisa Berdampak pada Pola Asuh Anak?

Memahami Trauma Loop Ibu: Apakah Bisa Berdampak pada Pola Asuh Anak?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

×