DUh, CDC Temukan Dua Kasus Meninggal Akibat Bakteri Langka Misterius

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 11 Agustus 2021 | 18:20 WIB
DUh, CDC Temukan Dua Kasus Meninggal Akibat Bakteri Langka Misterius
Ilustrasi bakteri. (Shutterstock)

Suara.com - Empat orang di Amerika Serikat secara misterius jatuh sakit dengan penyakit bakteri langka dan terkadang mematikan. Padahal, bakteri ini biasanya hanya terlihat di  negara lain dengan iklim tropis. Namun tidak satu pun dari pasien ini yang bepergian ke luar negeri.

Dilansir dari Live Science, empat kasus tersebut diidentifikasi antara Maret dan Juli, terjadi di Georgia, Kansas, Texas dan Minnesota, menurut pernyataan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Dua dari pasien meninggal dan dua dirawat di rumah sakit untuk waktu yang lama. Kematian pertama terjadi di Kansas pada bulan Maret, dan kematian kedua terjadi bulan lalu di Georgia.

Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)
Ilustrasi bakteri dilihat dari mikroskop. (ua.depositphotos.com)

Semua pasien didiagnosis dengan melioidosis, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Burkholderia pseudomallei. Bakteri ini tumbuh di iklim tropis, dan paling sering terlihat di Asia Tenggara dan Australia utara. Satu-satunya tempat di AS di mana bakteri ini secara alami ditemukan adalah Puerto Riko dan Kepulauan Virgin AS, menurut CDC.

Hanya sekitar selusin kasus melioidosis yang diidentifikasi setiap tahun di AS. Namun, kasus ini hampir selalu terjadi di antara orang-orang yang telah melakukan perjalanan ke tempat-tempat di mana penyakit itu muncul secara alami, kata CDC.

Itu sebabnya kasus saat ini, yang tidak terkait dengan sejarah perjalanan internasional baru-baru ini, sangat tidak biasa, menurut pernyataan itu.

Pejabat kesehatan sekarang mencoba mencari tahu bagaimana orang-orang ini terinfeksi. Mereka telah menguji lebih dari 100 sampel dari produk, tanah dan air di dalam dan sekitar rumah pasien, tetapi tidak ada yang muncul, kata pernyataan itu.

Pengujian genetik telah mengungkapkan bahwa jenis bakteri yang menginfeksi keempat pasien ini sangat mirip satu sama lain, yang menunjukkan sumber infeksi yang sama, kata pernyataan itu.

CDC menduga bahwa pasien terinfeksi melalui produk impor, seperti makanan, minuman, perawatan pribadi atau produk pembersih. Setelah orang terpapar Burkholderia pseudomallei, diperlukan waktu beberapa minggu sebelum mereka menjadi sakit, yang dapat menyulitkan petugas kesehatan untuk menentukan sumber penyakitnya.

baca juga

Melioidosis dapat menyebabkan berbagai gejala. Dalam kasus saat ini, gejalanya berkisar dari batuk dan sesak napas hingga kelemahan, kelelahan, mual, muntah, demam intermiten, dan ruam di badan, perut, dan wajah, kata CDC dalam peringatan kepada dokter tentang kasus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Pakai Odol Banyak-banyak, Dokter Zaidul Akbar Ungkap Penyebabnya

Jangan Pakai Odol Banyak-banyak, Dokter Zaidul Akbar Ungkap Penyebabnya

Health | Rabu, 11 Agustus 2021 | 14:30 WIB

CDC Laporkan Kasus Langka Infeksi Bakteri Meliodosis, Apa Itu?

CDC Laporkan Kasus Langka Infeksi Bakteri Meliodosis, Apa Itu?

Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 08:00 WIB

Pelajaran Biologi: Mengenal Ciri-Ciri Bakteri dan Caranya Bereproduksi

Pelajaran Biologi: Mengenal Ciri-Ciri Bakteri dan Caranya Bereproduksi

Health | Senin, 09 Agustus 2021 | 06:00 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×