CDC Laporkan Kasus Langka Infeksi Bakteri Meliodosis, Apa Itu?

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 10 Agustus 2021 | 08:00 WIB
CDC Laporkan Kasus Langka Infeksi Bakteri Meliodosis, Apa Itu?
Ilustrasi pasien infeksi bakteri langka (Unsplash)

Suara.com - Satu orang di Georgia meninggal dunia karena infeksi bakteri langka yang disebut meliodosis. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun berusaha mempelajari dan menjelaskan bakteri langka tersebut.

CDC mengatakan kasus meninggal di Georgia itu terkait dengan 3 infeksi sebelumnya di Kansasa, Texas dan Minnesota. Ketiga kasus infeksi bakteri langka itu menyerang anak-anak dan orang dewasa.

Lalu, sebanyak dua dari 4 kasus infeksi bakteri langka telah mengakibatkan kematian dan mereka juga tidak memiliki faktor risiko berupa masalah kesehatan mendasar, seperti diabetes, penyakit hati atau ginjal, dan kanker.

CDC menemukan jenis bakteri langka ini sangat cocok dengan kasus infeksi yang ditemukan di Asia Selatan. Sedangkan, keempat pasien bakteri langka itu tidak memiliki riwayat berpergian ke luar negeri.

CDC mengatakan penyebab paling umum bakteri langka ini mungkin produk impor, seperti makanan atau minuman, produk pembersih atau obat-obatan atau bahan dalam produk.

Ilustrasi bakteri langka (Pixabay)
Ilustrasi bakteri langka (Pixabay)

CDC telah mengumpulkan dan menguji lebih dari 100 sampel yang berasal dari produk, tanah, dan air di dalam serta sekitar rumah pasien bakteri langka. Tapi, belum ada sampel yang positif untuk bakteri Burkholderia Pseudomallei yang menyebabkan melioidosis.

"Bakteri langka ini biasanya hidup di tanah dan air yang lembab. Tapi, bakteri ini juga bisa ditemukan dalam produk basah atau lembab pada kasus yang jarang terjadi," kata CDC dikutip dari Fox News.

Sekitar 12 kasus bakteri langka dilaporkan di AS setiap tahunnya, CDC mengatakan bahwa infeksi bakteri langka ini memakan waktu 2 hingga 3 minggu untuk menyebabkan penyakit yang menciptakan kesulitan dalam menentukan sumbernya.

CDC juga mencatat bahwa pasien bakteri langka juga bisa menghindari produk yang berpotensi menyebarkan bakteri langka sebelum jatuh sakit. Sementara, perawatan medis yang dibutuhkan biasanya berupa terapi antimikroba yang diberikan secara IV selama 2 minggu dan gterapi antimikroba oral selama 6 bulan.

"CDC meminta dokter untuk selalu mengawasi pasien dengan infeksi bakteri akut yang tidak merespons antibiotik normal, karena mungkin pasien terinfeksi meliodosis," katanya.

Selain itu, CDC juga mendesak dokter untuk tidak melakukan meliodosis sebagai kemungkinan diagnosis pada anak-anak tanpa faktor risiko yang mendasarinya.

Lantas, CDC mengatakan bahwa orang sehat pun bisa tertular meliodosis dan kondisinya akan lebih buruk dengan masalah kesehatan yang mendasarinya. Karena itu, ia menyarankan orang yang batuk, nyeri dada, demam tinggi, sakit kepala atau penurunan berat badan mendadak harus konsultasi dokter.

Sedangkan, tindakan pencegahan yang bisa dilakukan orang dengan luka terbuka agar terhindar dari infeksi bakteri langka adalah menghindari tanah dan genangan air ketika beraktivitas.

Anda bisa menggunakan sepatu bot untuk mencegah infeksi pada kaki dan tungkai bawah. Petugas kesehatan bisa mencegah infeksi bakteri langka melalui tindakan pencegahan standar, seperti cuci tangan, memakai APD dan disinfektan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat, 5 Obat Herbal Ampuh Redakan Sakit Perut

Catat, 5 Obat Herbal Ampuh Redakan Sakit Perut

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 23:40 WIB

Mengagetkan, Reaksi Tubuh pada Makanan Cepat Saji Sama Seperti ketika Terinfeksi Bakteri

Mengagetkan, Reaksi Tubuh pada Makanan Cepat Saji Sama Seperti ketika Terinfeksi Bakteri

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 16:56 WIB

Kematian Raditya Oloan; Bakteri Acinetobacter Baumannii Kebal Antibiotik

Kematian Raditya Oloan; Bakteri Acinetobacter Baumannii Kebal Antibiotik

Health | Jum'at, 07 Mei 2021 | 11:39 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB