Jangan Duduk Melayang saat Buang Air Kecil di Toilet Umum, Ini Dampaknya!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 08:09 WIB
Jangan Duduk Melayang saat Buang Air Kecil di Toilet Umum, Ini Dampaknya!
Ilustrasi toilet, buang air kecil (shutterstock)

Suara.com - Kebanyakan wanita akan duduk secara melayang atau setengah berdiri ketika buang air kecil menggunakan toilet umum. Hal ini dilakukan untuk menghindari bakteri dan kuman yang menempel di dudukan toilet umum.

Tapi, duduk melayang ketika buang air kecil di toilet umum bukanlah ide yang baik. Primrose Freestone, ahli mikrobiologi klinis di University of Leicester, membenarkan bahwa kotoran manusia memang membawa berbagai patogen yang menular.

Beberapa patogen menular dalam kotoran manusia termasuk bakteri campylobacter, enterococcus, escherichia coli, salmonella, shigella , staphylococcus, streptococcus, dan yershinia.

Selain itu, kotoran manusia juga bisa membawa beberapa virus, seperti norovirus, rotavirus, hepatitis A dan E. Jadi, memang ada beberapa risiko infeksi terkait dengan feses manusia.

Tapi, Dr Freestone menegaskan bahwa Anda tidak mungkin terkena semua bakteri dan virus itu ketika menggunakan toilet umum yang duduk maupun jongkok.

Ilustrasi toilet, urine dan buang air kecil (Pixabay/bzndenis)
Ilustrasi toilet, urine dan buang air kecil (Pixabay/bzndenis)

"Anda bisa terinfeksi virus dan bakteri itu jika terjadi perpindahan bakteri dari tangan ke mulut sehingga akan menyebabkan penyakit pada usus," jelas Dr Freestone dikutip dari The Sun.

Maksudnya, perpindahan virus dan bakteri itu bisa terjadi jika Anda tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet umum dan langsung menyentuh mulut atau makanan. Selain itu, Anda juga bisa tertular dengan menyentuh permukaan dan makanan yang telah terkontaminasi.

Meski begitu, tubuh manusia itu dilengkapi dengan lapisan bakteri baik dan ragi yang berfungsi sebagai pelindung paling efektif. Dr Freestone juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki sistem kekebalan baik untuk melindungi tubuh dari bakteri dan virus tersebut.

"Jadi, Anda tidak perlu berjongkok di toilet duduk atau duduk setengah melayang, karena ini justru akan meningkatkan risiko infeksi dan cedera," katanya.

Terapis kesehatan wanita, Brianne Grogan mengatakan risiko duduk melayang ketika buang air kecil akan membuat otot-otot dasar panggul dan korset panggul seperti, rotator pinggul, glutes, punggung dan perut sangat tegang.

"Ketegangan korset panggul ini membuat urine sulit mengalir dengan mudah, sehingga Anda harus mendorong atau menahannya agar bisa keluar," kata Brianne Grogan.

Padahal, kebiasaan sering mendorong atau menahan urine keluar bisa menyebabkan prolapse organ panggul. Bahkan, kandung kemih Anda mungkin tidak benar-benar kosong ketika buang air kecil.

Akibatnya, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, seperti sistitis. Jadi, berusaha duduk melayang atau jongkok di dudukan toilet umum ketika buang air kecil hanyalah membuang-buang waktu dan energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Kebiasaan Buang Air Kecil Sebelum Tidur dan Bepergian, Ini Dampaknya

Stop Kebiasaan Buang Air Kecil Sebelum Tidur dan Bepergian, Ini Dampaknya

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 08:20 WIB

Izin Buang Air Kecil tapi Lama di Kamar Mandi, Wanita ini Ungkap Alasan Sebenarnya

Izin Buang Air Kecil tapi Lama di Kamar Mandi, Wanita ini Ungkap Alasan Sebenarnya

News | Selasa, 10 Agustus 2021 | 19:36 WIB

Buang Air Kecil Kamu Begini, Waspadai Gejala Kanker Prostat

Buang Air Kecil Kamu Begini, Waspadai Gejala Kanker Prostat

Health | Senin, 09 Agustus 2021 | 11:49 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB