Studi Ini Sebut Bayi yang Lahir Selama Pandemi Virus Corona Punya IQ Rendah, Kok Bisa?

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 07:44 WIB
Studi Ini Sebut Bayi yang Lahir Selama Pandemi Virus Corona Punya IQ Rendah, Kok Bisa?
Ilustrasi bayi lahir selama pandemi virus corona Covid-19 (Unsplash/@irinamurza)

Suara.com - Temuan awal oleh para peneliti di AS menunjukkan anak-anak yang lahir selama pandemi virus corona Covid-19 memiliki skor IQ yang lebih rendah, bila dibandingkan dengan bayi yang lahir sebelum Januari 2020.

Tapi, para peneliti masih belum memahami penyebab bayi yang lahir saat pandemi virus corona Covid-19 memiliki IQ rendah. Mereka hanya menduga hal ini berkaitan dengan 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya.

Temuan itu diposting di medRxiv sebelum peer review pada 11 Agustus 2021, yang melibatkan sekitar 605 anak di Rhode Island. Kebanyakan anak yang ikut penelitian ini berkulit putih, termasuk 39 anak yang lahir pada 2018 dan 2019.

Penelitian berlangsung dengan memperhatikan sejumlah faktor lingkungan, termasuk kesehatan mental dan fisik ibu, nutrisi yang diperolah bayi, stimulasi, dan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Studi pada bayi pra-pandemi virus corona Covid-19 menunjukkan mereka memiliki skor IQ yang berkisar antara 98,5 hingga 107,3. Tapi, skor IQ bayi yang lahir di masa pandemi virus corona Covid-19 menurun tajam 27 hingga 37 poin.

Ilustrasi Bayi Lahir Selama Pandemi Virus Corona Covid-19 (Pixabay)
Ilustrasi Bayi Lahir Selama Pandemi Virus Corona Covid-19 (Pixabay)

Studi ini lantas mempertimbangkan efek pandemi virus corona Covid-19 yang menyebabkan pembatasan sosial dan penguncian untuk mencegah penyebarannya. Misalnya, penutupan beberapa tempat bisnis yang berdampak seara ekonomi, penutupan sekolah, pemberlakuan jarak sosial, dan perintah tetap tinggal di rumah.

Karena itu, anak-anak yang lahir setelah Januari 2020 dalam kondisi status ekonomi yang berubah akibat pandemi virus corona Covid-19 memiliki skor IQ lebih rendah.

"Sementara ini, faktor sosial-ekonomi nampaknya memengaruhi konsekuensi negatif dari pandemi virus corona Covid-19. Hal ini menjadi faktor utama dari rendahnya IQ bayi yang lahir selama pandemi," kata peneliti dikutip dari Fox News.

Tapi, para peneliti juga menduga faktor-faktor lain yang meliputi tutupnya rumah penitipan anak dan perubahan lingkungan kerja akibat pandemi virus corona Covid-19 pun berdampak pada perkembangan kognitif anak-anak.

baca juga

Dalam hal ini, anak-anak yang lahir dari ibu dengan gelar sarjana dan pascasarjana diyakini lebih kecil risiko mengalami dampak negatif dari kelahiran selama pandemi virus corona.

Penelitian menunjukkan bahwa pandemi virus corona tidak akan berdampak pada kognitif bayi karena adanya dukungan keluarga atau sosial yang memperhatikan kesejahteraan ibu. Sebab, hal ini bisa memengaruhi temperamen, perilaku, dan perkembangan kognitif bayi.

Studi ini juga menunjukkan bahwa lebih banyak bayi laki-laki yang terkena efek negatif pandemi virus corona Covid-19, dibandingkan bayi perempuan.

Bahkan, stres ibu pada waktu sebelum dan sesudah melahirkan juga akan menambahkan efek negatif pada perkembang anak, meskipun tidak ada peningkatan atau penurunan drastis pada stres.

Anak-anak yang lahir sebelum pandemi virus corona Covid-19 tidak menunjukkan skor verbal, non-verbal, dan kognitif yang jauh lebih rendah ketika mengikuti tahap perkembangan selanjutnya selama pandemi.

Saat ini, para peneliti pun masih mencari tahu penurunan kognitif anak yang lahir selama pandemi virus corona Covid-19 ini bersifat sementara atau tidak, perkembangan anak-anak akan kembali normal setelah pandemi atau tidak, dan adakah efek sampingnya atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Bayi Matahari, Berusia 600 Juta Tahun

Ilmuwan Temukan Bayi Matahari, Berusia 600 Juta Tahun

Tekno | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 19:38 WIB

China Tolak Permintaan WHO Untuk Cari Asal-usul Virus Corona

China Tolak Permintaan WHO Untuk Cari Asal-usul Virus Corona

Health | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 18:10 WIB

Virus Marburg Sangat Mudah Merebak, Begini Cara Penularannya

Virus Marburg Sangat Mudah Merebak, Begini Cara Penularannya

Health | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 09:30 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB