Batasi Asupan Garam demi Kesehatan, Simak Panduan WHO

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 15 Agustus 2021 | 17:36 WIB
Batasi Asupan Garam demi Kesehatan, Simak Panduan WHO
Ilustrasi Garam (freepik)

Suara.com - Demi menjaga kesehatan, Anda perlu membatasi konsumsi garam harian. Dalam hal ini menurut panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi garam harus tak lebih dari 5 gram. 

Melansir dari Healthshots, garam merupakan bagian integral dari konsumsi makanan sehari-hari, tetapi pernahkah kita menyadari betapa cerobohnya kita mengonsumsi bumbu ini?

Baik itu kari, makanan ringan, dan lainnya, garam selalu menjadi ciri khasnya. Garam bahkan hadir dalam saus salad, saus, dan banyak makanan lainnya. 

Menurut pedoman yang ditetapkan WHO, tolok ukur baru untuk konsumsi natrium adalah 5 gram. Sayangnya, kebanyakan orang mengkonsumsi lebih dari dua kali lipat jumlah ini.

Mengonsumsi makanan olahan dan kemasan benar-benar dapat menambah konsumsi natrium Anda. Ini termasuk makanan seperti roti olahan dan kemasan, camilan gurih, produk daging, dan keju.

Ilustrasi garam. (Pixabay.com/Bruno /Germany)
Ilustrasi garam. (Pixabay.com/Bruno /Germany)

"Kami membutuhkan negara-negara untuk menetapkan kebijakan dalam mengurangi asupan garam dan memberi orang informasi yang mereka butuhkan untuk membuat pilihan makanan yang tepat," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

"Kami juga membutuhkan industri makanan dan minuman untuk mengurangi kadar natrium dalam makanan olahan. Tolok ukur baru WHO memberi negara dan industri titik awal untuk meninjau dan menetapkan kebijakan untuk mengubah lingkungan pangan dan menyelamatkan nyawa," imbuhnya. 

Seperti kebanyakan yang diketahui, garam beryodium diperlukan untuk menjaga metabolisme sel. Hal ini juga penting untuk fungsi sistem saraf. Masalahnya adalah ketika jumlahnya sangat tinggi, seperti dalam makanan olahan. 

Konsumsi garam berlebih dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi serta penyakit jantung dan stroke.

Menurut data WHO, rata-rata kebanyakan orang mengonsumsi 9-12 gram garam setiap hari. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa mengurangi asupan garam sangat membantu meningkatkan kesehatan suatu negara. 

Meski terdengar mengkhawatirkan, hampir 2,5 juta kematian dapat dicegah secara global jika konsumsi garam dikurangi ke tingkat yang direkomendasikan. Jika mau mengontrol asupan garam, bisa diganti dengan alternatif sehat seperti buah dan sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, chana panggang, telur rebus, keju rendah lemak, hummus, dan banyak lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kadin Buka Tambak Garam Industri di Pulau Legundi Pesawaran

Kadin Buka Tambak Garam Industri di Pulau Legundi Pesawaran

Lampung | Minggu, 15 Agustus 2021 | 16:31 WIB

Lebihi Standar WHO, Anies Pastikan Hasil Tes COVID-19 di Jakarta Sahih

Lebihi Standar WHO, Anies Pastikan Hasil Tes COVID-19 di Jakarta Sahih

Jakarta | Sabtu, 14 Agustus 2021 | 19:20 WIB

Ilmuwan WHO Curiga Staf Lab Wuhan sebagai Pasien Nol Covid

Ilmuwan WHO Curiga Staf Lab Wuhan sebagai Pasien Nol Covid

News | Minggu, 15 Agustus 2021 | 12:11 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB