Mantan Menkes Nila Moeloek Ungkap Partisipasi Masyarakat Penting Dalam Ciptakan Ideologi Kesehatan

Yasinta Rahmawati, Fajar Ramadhan

Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:48 WIB
Mantan Menkes Nila Moeloek Ungkap Partisipasi Masyarakat Penting Dalam Ciptakan Ideologi Kesehatan
Indonesia Health Development Center (IHDC) dalam laporan publik IHDC Model 2025, Rabu (20/8/2025). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Suara.com - Berbicara mengenai kesehatan, merupakan hak dari setiap masyarakat. Namun, tidak bisa dipungkiri dalam realitanya, masih banyak ketimpangan-ketimpangan yang jauh dari idealisme kesehatan sesungguhnya.

Indonesia Health Development Center (IHDC), meluncurkan laporan kajian publik "Reinterpretasi Ideologi Kesehatan Indonesia: IHDC Model 2025".

Kerangka ideologi kesehatan ini sendiri melihat dari celah ketimpangan yang ada. Mulai dari akses dan ketersediaan tenaga serta layanan, pembiayaan, informasi literasi, hingga kurangnya keterlibatan masyarakat.

Terkait ideologi kesehatan, Menteri Kesehatan RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Indonesia Health Development Center (IHDC), Prof. Nila F Moeloek mengungkap, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam membangun sistem kesehatan yang baik.

Menurutnya, tanpa adanya partisipasi masyarakat secara langsung, ini hanya akan menjadi slogan belaka. Pasalnya, keterlibatan masyarakat itu akan berpengaruh secara langsung terhadap system kesehatan mereka sendiri.

"Tanpa partisipasi yang nyata dan kolektif, ideologi hanyalah slogan. Kita ingin rakyat merasa menjadi pemilik sistem kesehatan bukan hanya penerima manfaat yang pasrah," ujar Prof. Nila dalam laporan publik IHDC Model 2025, Rabu (20/8/2025).

"Kita ingin rakyat merasa menjadi pemilik sistem kesehatan, bukan hanya pengguna yang pasrah," sambungnya.

Indonesia Health Development Center (IHDC) dalam laporan publik IHDC Model 2025, Rabu (20/8/2025). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Indonesia Health Development Center (IHDC) dalam laporan publik IHDC Model 2025, Rabu (20/8/2025). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

6 Dimensi Utama Ideologi Kesehatan

Sementara Ketua Tim Peneliti Ideologi Kesehatan IHDC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK mengungkap, sistem kesehatan bisa disebut ideologis jika seluruh masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi.

"Ideologi sistem kesehatan Indonesia baru bisa dikatakan ideologis kalau seluruh rakyat Indonesia sudah dapat berpartisipasi secara aktif dalam sistem kesehatan," jelas dr. Ray.

Dr. Ray menjabarkan, terdapat enam dimensi utama ideologi kesehatan Indonesia dari hasil diskusi bersama para pakar. Enam dimensi tersebut di antaranya:

  • Kedaulatan: mengutamakan kendali nasional atas sumber daya kesehatan.
  • Komunitas dan solidaritas: memperkuat gotong royong kesehatan berbasis komunitas.
  • Kesetaraan: menjawab ketimpangan layanan dan perlakuan terhadap kelompok rentan, perempuan, disabilitas, dan masyarakat adat.
  • Ekonomi dan jaminan pembiayaan: memperjuangkan sistem pembiayaan yang adil dan tidak diskriminatif terhadap kelompok tidak mampu.
  • Pendidikan dan promosi kesehatan, serta tata kelola transparan: membangun gerakan literasi kesehatan sejak pendidikan dasar hingga komunitas.
  • Tata Kelola: mendorong birokrasi kesehatan yang transparan, partisipatif, dan responsif berbasis teknologi dan kepercayaan publik.

Setiap dimensi tersebut dilengkapi indikator terukur, seperti rasio tenaga kesehatan di wilayah tertinggal, indeks literasi kesehatan, hingga sistem audit sosial digital

"Setiap dimensi disertai dengan indikator keberhasilan yang terukur, seperti roadmap kemandirian, rasio tenaga kesehatan di wilayah tertinggal, tingkat kepesertaan JKN, indeks literasi kesehatan, dan sistem audit sosial digital layanan publik, dilengkapi dengan model pengukuran berbasis komunitas," sambungnya.

Kajian-kajian ini juga diperkuat pakar yang menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila adalah dasar paling relevan dalam membangun sistem kesehatan yang adil. Prof. Semiarto Aji Purwanto (antropologi) dan Djarot Dimas, SH, MH (hukum & kebijakan kesehatan).

Guru besar dan ekonom kesehatan Prof. Ascobat Gani serta jurnalis kesehatan Adhitya Ramadhan juga turut menyoroti pentingnya partisipasi komunitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi : Ancaman Kesehatan Lebih Berbahaya dari Perang Bersenjata

Menkes Budi : Ancaman Kesehatan Lebih Berbahaya dari Perang Bersenjata

Health | Kamis, 21 Agustus 2025 | 08:05 WIB

Wamenkes Dante : Dokter Alumni Bakal Turun Tangan di Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

Wamenkes Dante : Dokter Alumni Bakal Turun Tangan di Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 10:10 WIB

Beda Nasib Wakil dan Rakyat: Tunjangan DPR Naik, Masyarakat Main Terhimpit Ekonomi

Beda Nasib Wakil dan Rakyat: Tunjangan DPR Naik, Masyarakat Main Terhimpit Ekonomi

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 10:01 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB