Thailand Gunakan Ramuan Tradisional untuk Pasien Covid-19 Bergejala Ringan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 17:06 WIB
Thailand Gunakan Ramuan Tradisional untuk Pasien Covid-19 Bergejala Ringan
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Thailand telah beralih ke ramuan tradisional yang memiliki cita rasa pahit dan mampu meningkatkan kekebalan untuk mengobati pasien Covid-19 bergejala ringan.

Thailand menggunakan ramuan tradisional dari andrographis paniculata, yang dikenal sebagai fah talai jone atau chiretta hijau. Andrographis paniculata ini sudah digunakan selama berabad-abad sebagai pengobatan tradisional untuk flu, sakit tenggorokan, dan peradangan.

Kini, andrographis paniculata digunakan sebagai ramuan tradisional untuk mengobati pasien Covid-19 bergejala ringan atau tidak menunjukkan gejala apapun.

Meskipun ramuan tradisional ini tidak terdaftar sebagai pengobatan pasien Covid-19 yang efektif oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pihak berwenang di Thailand mengatakan ramuan ini bisa mengurangi tekanan pada sistem perawatan kesehatan pasien Covid-19.

Karena, sekarang ini rumah sakit cukup kewalahan dengan beban kasus harian virus corona Covid-19 di Thailand yang mencapai 20 ribu dan penuhnya ruang perawatan intensif.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Nuttakit Wongwanich (35), seorang supir taksi di Thailand telah mencoba mengonsumsi ramuan tradisional ini dalam bentuk pil ketika demam, batuk, dan flu. Ia mengaku sebelumnya tidak pernah mengetahui ramuan tradisional tersebut.

Tapi sekarang, ia selalu mengonsumsi ramuan tradisional ini setiap kali sakit. Bahkan, ia juga masih mengonsumsinya meskipun sudah suntik vaksin Covid-19 penuh.

Sebuah studi Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand, telah menguji ramuan tradisional ini pada lebih dari 300 pasien Covid-19 dan akan memberikan hasilnya kepada pihak berwenang Thailand.

Dr Kwanchai Wisitthanon, wakil direktur jenderal departemen tersebut pun yakin ramuan tradisional ini bisa menyembuhkan pasien Covid-19 bergejala ringan atau tanpa gejala.

Meskipun ramuan tradisional ini bisa mengatasi gejala virus corona Covid-19 yang memburuk.

Tapi dilansir dari Straits Times, departemen tersebut mengatakan ramuan tradisional ini tidak bisa memberikan perlindungan apapun terhadap virus corona Covid-19.

Tenaga medis juga memperingatkan masyaraka agar tidak mengonsumsi ramuan tradisional itu dalam jumlah besar, karena bisa merusak ginjal dan hati.

Dr Kwanchai menyarankan untuk tidak mengkonsumsi ramuan tersebut selama lebih dari lima sampai tujuh hari, karena bisa menyebabkan mati rasa di tangan dan kaki, menurunkan tekanan darah dan berdampak pada ginjal.

Ibu hamil, ibu menyusui, dan orang yang memiliki masalah ginjal dan hati juga harus menghindari ramuan tradisional tersebut. Beberapa ahli medis juga mengingatkan bahwa bukti ilmiah mengenai ramuan tradisional untuk pasien Covid-19 itu masih kurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Siap Pakai Vaksin Covid-19 DNA, Ini Kelebihan dan Kelemahannya!

India Siap Pakai Vaksin Covid-19 DNA, Ini Kelebihan dan Kelemahannya!

Health | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 16:30 WIB

WHO Panggil Ahli Untuk Investigasi Asal-usul Virus Corona

WHO Panggil Ahli Untuk Investigasi Asal-usul Virus Corona

Health | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 15:50 WIB

Mengenal Varian AY.3, Ahli Khawatir Lebih Bahaya dari Varian Delta Aslinya!

Mengenal Varian AY.3, Ahli Khawatir Lebih Bahaya dari Varian Delta Aslinya!

Health | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 14:11 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB