Jangan Langsung Emosi, Lakukan Hal ini Saat Melihat Anak Anda Dimarahi Orang Lain

Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:37 WIB
Jangan Langsung Emosi, Lakukan Hal ini Saat Melihat Anak Anda Dimarahi Orang Lain
Ilustrasi anak uring-uringan setelah sunat. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, tak heran jika orangtua akan melakukan apapun demi si buah hati. Hal ini dapat terlihat ketika sang anak mendapat perlakuan yang tidak baik dari orang disekitarnya, salah satunya dimarahi oleh orang lain.

Di situasi seperti ini, Anda sebagai orangtua harus tetap memiliki kepala dingin dan mengatasi situasi ini dengan sopan. Jangan terburu-buru untuk melawan orang tersebut dengan emosi dan kekerasan.

Dilansir dari Brightside, inilah langkah yang harus Anda lakukan ketika seseorang mendisiplinkan anak dengan cara yang tidak sesuai.

1. Menilai sebelum bereaksi
Sebelum Anda meluapkan amarah, ada baiknya Anda menenangkan diri dan mengatasi situasi secara logis. Tarik nafas dan kumpulkan informasi mengenai keseluruhan kejadian. Sangat mungkin anak Anda bersalah, seperti memukul anak lain, berperilaku buruk terhadap orang lain sehingga anak Anda dimarahi oleh orang lain.

Ilustrasi anak yang dimarahi. (Pexels/ Alex Green)
Ilustrasi anak yang dimarahi. (Pexels/ Alex Green)

2. Buat anak Anda merasa dimengerti
Keadaan sebelumnya mungkin membuat anak Anda merasa ketakutan, sehingga penting untuk bersabar dan membuat sang anak merasa bahwa perasaan mereka dipahami. Tatap matanya dan minta ia untuk menjelaskan apa yang sedang berlangsung.

Tahan penilaian Anda dan dengarkan dari sudut pandang mereka mengenai kejadian tersebut. Jika anak merasa dipahami, ada kemungkinan mereka untuk memahami apa yang Anda katakan dan mempertimbangkan kembali perilaku mereka di masa depan.

3. Bersikap terang-terangan
Bersikap secara terang-terangan terhadap seseorang sering kali identik dengan bersikap kasar dan tidak peduli, namun hal ini lebih baik dibandingkan dengan bersikap secara terbelit-belit.

Bersikaplah dengan jujur dengan orang lain, beri tahu mereka dengan sopan bahwa Anda yakin mendisiplinkan anak merupakan hal yang benar-benar Anda perhatikan dan Anda akan menghargainya jika mereka tidak terlibat dalam hal ini. Anda juga bisa menyarankan agar mereka mempertimbangkan situasi dengan kondisi yang berbeda, ketika anak mereka dimarahi oleh orang lain.

4. Gunakan humor agar situasi tidak terlalu tegang
Menceritakan lelucon ringan dapat langsung membuat orang-orang di sekitar Anda merasa lebih dekat dengan Anda.

Ilustrasi Anak Menangis. (Pexels.com/cottonbro)
Ilustrasi Anak Menangis. (Pexels.com/cottonbro)

Ini juga dapat membantu menghilangkan urgensi dan keseriusan acara dan memberi semua pihak yang terlibat perspektif baru tentang keadaan. Tentunya Anda harus berhati-hati dengan lelucon tertentu yang Anda buat. Beberapa jenis humor bisa terlihat sarkastik dan meremehkan yang bisa memperburuk keadaan.

5. Jelaskan situasi tersebut kepada anak Anda
Penting untuk mendiskusikan dan menjelaskan semuanya dengan sabar kepada sang anak. Langkah ini sangat penting karena bagaimana Anda memandang kesalahan dapat memberi dampak jangka panjang terhadap anak Anda dalam mengatasi kesalahan.

Hiburlah anak Anda tetapi jangan beri mereka belas kasihan. Tetap teguh pada posisi Anda dan jelaskan dengan tenang mengapa jenis tindakan tersebut tidak diinginkan.

Sudah menjadi tugas orangtua untuk mendidik anaknya untuk menghormati peraturan dan berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial yang diterima. Mereka harus mengenali diri sendiri sebagai bagian dari suatu komunitas (kelas, tim olahraga) dan menyadari bahwa ada orang yang bertanggung jawab atas kelompok ini.

Sehingga ketika sang anak berperilaku buruk di kelas, guru memiliki hak untuk menjelaskan mengapa tindakan mereka dilarang. Namun perlu diperhatikan tindakan yang akan diambil untuk menghadapi anak yang melakukan kesalahan.

Meneriaki seorang anak dapat menurunkan harga diri mereka, meningkatkan kecemasan, dan menghancurkan kepercayaan di antara kedua belah pihak. (Carissa Lim)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laporkan Shandy Aulia ke Polisi, Laura Aprilya Sudah Tiba di Jakarta

Laporkan Shandy Aulia ke Polisi, Laura Aprilya Sudah Tiba di Jakarta

Entertainment | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:35 WIB

Kisah Serda Dodi Wardiono Anak Tukang Bakso, Tujuh Kali Daftar TNI AD Baru Berhasil

Kisah Serda Dodi Wardiono Anak Tukang Bakso, Tujuh Kali Daftar TNI AD Baru Berhasil

News | Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:13 WIB

Gaya Anak Jokowi Pimpin Solo, Tinggalkan Mobil Dinas di Lokasi Bermasalah

Gaya Anak Jokowi Pimpin Solo, Tinggalkan Mobil Dinas di Lokasi Bermasalah

Sumsel | Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:53 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB