facebook

Kisah Serda Dodi Wardiono Anak Tukang Bakso, Tujuh Kali Daftar TNI AD Baru Berhasil

Siswanto
Kisah Serda Dodi Wardiono Anak Tukang Bakso, Tujuh Kali Daftar TNI AD Baru Berhasil
Juminto​​​​​, ayah dari Serda Dodi Wardiono memakaikan seragam prajurit TNI AD sang anak sebelum Dodi berangkat kembali bertugas. ANTARA/HO-TNI AD

Juminta merasa tidak sanggup mendukung cita-cita anaknya karena mendengar untuk menjadi prajurit memerlukan biaya yang sangat besar.

Suara.com - Serda Dodi Wardiono mengungkapkan latar belakangnya hingga berhasil menjadi angprajurit TNI Angkatan Darat. Perjuangan Dodi untuk menjadi abdi negara tidaklah mudah.

Dodi seorang anak pedagang bakso. Dia berkali-kali mendaftar jadi prajurit, tetapi belum beruntung. Baru pada pendaftaran yang ketujuh, Dodi berhasil. 

"Setiap ada pembukaan saya daftar, sampai tujuh kali totalnya saya daftar," kata Dodi.

Ketika itu, keluarganya sampai pesimistis dengan cita-cita Dodi menjadi prajurit TNI AD. Keluarga mendengar cerita-cerita dari orang, kalau ingin menjadi tentara harus menyediakan uang dalam jumlah tertentu.

Baca Juga: Viral Diduga Aniaya Tetangga di Kramat Jati, Oknum Anggota TNI AD Diperiksa Kodim

"Saya modal nekat dan niat, saya bilang sama orang tua saya biar saya coba sendiri, saya jalani sendiri cukup dengan doa, insya Allah. Alhamdulillah, terkabul dengan doa orang tua," katanya.

Kini, dia bertugas di Dinas Penerangan TNI AD bagian videografi.

Cita-cita dari umur tujuh tahun

Juminto, ayah dari Dodi, mengatakan dari usia tujuh tahun anaknya sudah bercita-cita jadi prajurit TNI AD.

Namun, Juminta merasa tidak sanggup mendukung cita-cita anaknya karena mendengar untuk menjadi prajurit memerlukan biaya yang sangat besar.

Baca Juga: Oknum Anggota TNI AD Aniaya Tetangga di Kramat Jati, Kadispenad: Kini Jalani Pemeriksaan

Juminto seorang pedagang kecil, yang awalnya menjadi pedagang bakso keliling menggunakan gerobak, kemudian cuma bisa mengontrak di rumah sederhana.

"Cerita jadi prajurit perlu biaya besar itu bohong, ternyata tidak pakai biaya," kata Juminto. [Antara]

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar