5 Gangguan Seksual yang Berisiko Dialami Laki-Laki, Ini Penanganannya

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 23:29 WIB
5 Gangguan Seksual yang Berisiko Dialami Laki-Laki, Ini Penanganannya
disfungsi ereksi. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 secara tidak langsung bisa berdampak buruk pada masalah kesehatan seksual laki-laki. Hal itu dikarenakan kondisi mental yang terganggu akibat stres.

Secara langsung, stres bisa mempengaruhi hormon dan suasana hati, bahkan hingga menghilangkan libido sehingga mempengaruhi kualitas hubungan seksual.

Kehidupan seksual yang seimbang memungkinkan individu untuk memiliki hubungan yang sehat, kehamilan yang direncanakan dan terhindar dari penyakit menular seksual. 

Bukan hanya faktor stres, pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, sering begadang, hingga jarang olahraga berisiko menyebabkan laki-laki alami gangguan seksual

Dikutip dari Times of India, berikut lima gangguan seksual yang bisa dialami laki-laki akibat pola hidup tidak sehat.

1. Disfungsi ereksi 

Ilustrasi lelaki alami disfungsi ereksi. [shutterstock]
Ilustrasi lelaki alami disfungsi ereksi. [shutterstock]

Disfungsi ereksi terjadi jika laki-laki kesulitan dalam mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat saat berhubungan seks. Kondisi itu bisa terjadi ketika tidak ada cukup aliran darah ke penis untuk mempertahankan ereksi.

Gangguan kesehatan seperti sumbatan pada pembuluh darah, ketidakseimbangan tiroid, diabetes, dan hipertensi bisa menjadi faktor penyebab disfungsi ereksi. Bisa juga disebabkan oleh kondisi psikologis seperti kecemasan, stres dan depresi.

Solusi untuk mengatasinya, buat janji dengan dokter untuk menguji dan mengobati penyebab medis yang mendasarinya. Ada sejumlah perawatan yang efektif, termasuk obat oral untuk memperbaiki disfungsi ereksi.

2. Ejakulasi dini

Sebaliknya dari disfungsi ereksi, ejakulasi dini justru terjadi sebelum atau belum berapa lama memulai aktivitas seksual. Normalnya terjadi pada laki-laki yang baru mulai melakukan hubungan seksual. Tapi tidak menutup kemungkinan juga dapat terjadi pada kelompok usia yang lebih tua.

Solusi mengatasinya, biasanya ejakulasi dini bisa diterapi tanpa obat atau intervensi medis. Bertemu dengan terapis seks dapat membantu menyederhanakan prosesnya.

3. Ejakulasi tertunda 

Ejakulasi tertunda terjadi ketika laki-laki mengalami masalah klimaks saat berhubungan, atau setelah rangsangan seksual yang berkepanjangan. Ini dapat disebabkan oleh kerusakan saraf atau penyakit tiroid.

Solusinya, perawatan untuk ejakulasi tertunda tergantung pada penyebabnya. Dalam banyak kasus, bertemu dengan terapis seks dapat membantu menyelesaikan masalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagi Pria dengan Disfungsi  Ereksi, Pola Makan Mediterania Bisa Membantu

Bagi Pria dengan Disfungsi Ereksi, Pola Makan Mediterania Bisa Membantu

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 21:23 WIB

Survei: 1 dari 10 Orang Indonesia Alami Gangguan Berkemih

Survei: 1 dari 10 Orang Indonesia Alami Gangguan Berkemih

Health | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:13 WIB

Jangan Abaikan Disfungsi Ereksi, Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan!

Jangan Abaikan Disfungsi Ereksi, Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan!

Health | Sabtu, 14 Agustus 2021 | 10:51 WIB

Terkini

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB