Mengenal Sistem Golongan Darah dan Kecocokan Donor Darah

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 31 Agustus 2021 | 10:59 WIB
Mengenal Sistem Golongan Darah dan Kecocokan Donor Darah
Ilustrasi golongan darah. (Pixabay/200 Degrees)

Suara.com - Kita mengenal golongan darah terbagi menjadi empat, yakni A, B, O, dan AB. Tapi, jika dibagi berdasarkan sistemnya, golongan darah hanya terbagi menjadi dua. Yaitu, sistem ABO dan sistem Rhesus.

Dikutip dari Ruang Guru, sistem yang paling sering dipakai dalam golongan darah adalah sistem ABO. Tapi bukan berarti sistem golongan darah yang lain, tidak penting. Ini perbedaannya.

Sistem Golongan Darah ABO
Sistem golongan darah ABO ditemukan oleh ilmuwan Karl Landsteiner. Pada sistem ABO, golongan darah ditentukan oleh aglutinogen dan aglutinin.

Aglutinogen adalah jenis protein yang dapat menggumpal (aglutinasi) dan terdapat pada eritrosit. Sedangkan aglutinin adalah jenis serum antibodi yang dapat menggumpalkan aglutinogen. Aglutinin terdapat pada plasma darah.

Baik aglutinogen maupun aglutinin terbagi menjadi dua jenis. Aglutinogen terbagi menjadi aglutinogen A dan aglutinogen B. Sedangkan aglutinin terbagi menjadi α dan β. Aglutinin α menggumpalkan aglutinogen A dan aglutinin β menggumpalkan B.

Golongan darah O dikenal sebagai donor universal yang berarti bisa mendonorkan ke seluruh golongan darah tapi hanya bisa menerima transfusi darah dari golongan O.

Sedangakan golongan darah AB adalah resipien universal. Artinya, bisa menerima transfusi darah dari golongan darah apa pun, tapi hanya bisa mendonor untuk AB saja.

Sistem Golongan Darah Rhesus
Sistem golongan darah rhesus ditemukan oleh Landsteiner dan Wiener. Berdasarkan sistem ini, ada dua jenis rhesus, yaitu rhesus positif dan rhesus negatif.

Pada golongan darah dengan Rhesus positif terdapat Aglutinogen/antigen tapi tidak memiliki Aglutinin/antibodi. Sedangkan pada Rhesus negatif sebaliknya.

Oleh sebab itu, rhesus positif tidak bisa memberikan darahnya ke rhesus negatif karena akan terjadi penggumpalan antigen donor oleh antibodi resipien. Namun sebaliknya, rhesus negatif tetap dapat mendonorkan darahnya ke rhesus positif.

Apabila seorang perempuan dengan rhesus negatif menikah dengan laki-laki rhesus positif, maka ketika perempuan tersebut mengandung anak dengan rhesus positif untuk pertama kalinya maka tidak akan terjadi apapun pada bayinya.

Akan tetapi, jika perempuan tersebut mengandung bayi dengan rhesus positif untuk kedua kalinya, maka akan terjadi Eritroblastosis fetalis pada bayi karena antibodi ibu yang sudah terbentuk akan menggumpalkan antigen yang ada darah bayi. Efeknya, antibodi ibu akan memakan darah bayi dan bayi yang dilahirkan akan mengalami anemia akut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Definisi Rantai Makanan: Jenis, Contoh dan Perbedaan dengan Jaring-jaring Makanan

Definisi Rantai Makanan: Jenis, Contoh dan Perbedaan dengan Jaring-jaring Makanan

News | Kamis, 26 Agustus 2021 | 20:17 WIB

Perbedaan Organ Gerak Pasif dan Organ Gerak Aktif

Perbedaan Organ Gerak Pasif dan Organ Gerak Aktif

Tekno | Kamis, 05 Agustus 2021 | 08:33 WIB

Pengertian Ilmu Bioinformatika dan Manfaatnya dalam Kehidupan Manusia

Pengertian Ilmu Bioinformatika dan Manfaatnya dalam Kehidupan Manusia

Lifestyle | Senin, 26 Juli 2021 | 13:09 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB