alexametrics

Soroti Cakupan Vaksinasi Covid-19 Afrika Baru Dua Persen, WHO: Ini Tidak Bisa Diterima

Bimo Aria Fundrika
Soroti Cakupan Vaksinasi Covid-19 Afrika Baru Dua Persen, WHO: Ini Tidak Bisa Diterima
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

Sementara, Afrika hanya mendapatkan 2 persen. Ini membuat negara di Afrika memiliki cakupan vaksin terendah.

Suara.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali mengingatkan bahwa ketimpangan distribusi vaksin Covid-19 nyata.

Dilansir dari situs resmi PBB, Tedros mengatakan bahwa saat ini lima miliar vaksin telah diberikan secara global. Tapi, 75 persen dari dosis tersebut diberikan pada 10 negara.

Sementara, Afrika hanya mendapatkan 2 persen. Ini membuat negara di Afrika memiliki cakupan vaksin terendah.

"Ini tidak bisa diterima".

Baca Juga: Indonesia Kembali Kedatangan 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Ia melanjutkan bawhwa target global WHO adalah mendukung setiap negara untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasinya pada akhir bulan, setidaknya 40 persen pada akhir tahun, dan 70 persen pada pertengahan tahun depan.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (WHO)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (WHO)

“Target tersebut masih bisa kita capai, namun hanya dengan komitmen dan dukungan negara-negara G20”, tegas Tedros.

Sebagai produsen, konsumen, dan donor vaksin Covid19 terbesar, ia menegaskan bahwa mereka memegang kunci untuk mencapai kesetaraan vaksin dan mengakhiri pandemi.

“Kita tidak akan pernah bisa membiarkan pandemi dalam skala ini terjadi lagi. Dan kita tidak akan pernah membiarkan ketidakadilan seperti ini terjadi lagi”, kata kepala WHO itu.

Respons global terhadap pandemi harus didasarkan pada prinsip-prinsip inti tertentu, menurut Tedros.

Baca Juga: Usai Sertifikat Vaksin Presiden Bocor, KPU Take Down NIK Jokowi dan Prabowo dari Situs

Dia menggarisbawahi bahwa mereka harus memiliki keterlibatan dan kepemilikan semua negara; bersifat multisektoral, melibatkan mitra dari seluruh spektrum One Health; dihubungkan dan diselaraskan dengan mandat WHO; dan memastikan koherensi dengan Peraturan Kesehatan Internasional dan instrumen internasional lainnya.

Komentar