Lansia yang Dapat Vaksin Sinopharm Disarankan Dapat Booster Dosis Ketiga

Bimo Aria Fundrika

Senin, 06 September 2021 | 15:10 WIB
Lansia yang Dapat Vaksin Sinopharm Disarankan Dapat Booster Dosis Ketiga
Seorang staf medis mengambil sampel vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah pabrik produksi vaksin milik China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) di Beijing, China, 11 April 2020. China telah menyetujui dua kandidat vaksin COVID-19 nonaktif untuk uji klinis. Dua kandidat vaksin tersebut dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan di bawah China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Research and Development Co.Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras.

Suara.com - Produsen vaksin terkemuka China China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm, telah mengajukan saran tentang booster penguat vaksin Covid-19 kepada otoritas China yang relevan.

Dilansir dari Global TImes, Chen Kun, seorang pejabat CNBG, mengatakan bahwa disarankan agar kelompok tertentu seperti orang tua dan beberapa karyawan industri jasa harus menerima suntikan booster enam sampai 12 bulan setelah suntikan kedua.

Chen mencatat bahwa percobaan pada hewan menunjukkan bahwa booster enam bulan setelah suntikan kedua dapat meningkatkan tingkat antibodi pada penerima hingga 5-10 kali, meningkatkan efektivitas kekebalan.

Chen juga menekankan bahwa data eksperimental telah menunjukkan bahwa dua dosis vaksin Covid-19 mereknya masih efektif melawan mutasi sirkulasi utama dari virus corona baru.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Laporan itu muncul ketika otoritas kesehatan nasional China mengumumkan pada hari Minggu bahwa lebih dari 2,1 miliar suntikan vaksin Covid-19 telah diberikan di negara itu pada hari Sabtu.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Global Times, Zhang Yuntao, wakil presiden dan kepala ilmuwan CNBG, menyarankan agar orang yang divaksinasi di China dapat memilih untuk menerima suntikan booster jika tersedia setelah kekebalan kelompok tercapai di negara tersebut.

Ahli epidemiologi terkemuka China Zhong Nanshan memperkirakan bahwa negara itu dapat membangun kekebalan kelompok dengan memvaksinasi setidaknya 80 persen populasinya pada akhir tahun.

CNBG menampilkan tujuh produk di CIFTIS 2021, termasuk empat vaksin Covid-19, dua obat Covid-19, dan alat uji asam nukleat di pameran tersebut.

Salah satu obat yang pertama di dunia dibuat dari plasma yang disumbangkan oleh penerima vaksin yang mengandung antibodi terhadap virus corona baru.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Kembali Kedatangan 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Indonesia Kembali Kedatangan 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Sumut | Senin, 06 September 2021 | 13:22 WIB

Usai Sertifikat Vaksin Presiden Bocor, KPU Take Down NIK Jokowi dan Prabowo dari Situs

Usai Sertifikat Vaksin Presiden Bocor, KPU Take Down NIK Jokowi dan Prabowo dari Situs

News | Senin, 06 September 2021 | 13:10 WIB

Malaysia "Iri" Kasus Covid-19 Indonesia Cepat Turun, Epidemiolog: Datanya Tak Valid

Malaysia "Iri" Kasus Covid-19 Indonesia Cepat Turun, Epidemiolog: Datanya Tak Valid

Health | Senin, 06 September 2021 | 13:08 WIB

Terkini

Prabowo Sebut Kota di Rusia Ini Dekat dengan Rumahnya, Yang di Hambalang atau Kertanegara 4?

Prabowo Sebut Kota di Rusia Ini Dekat dengan Rumahnya, Yang di Hambalang atau Kertanegara 4?

Entertainment | Kamis, 03 September 2026 | 16:33 WIB

2 Rekomendasi Smartwatch dengan Fitur ECG EKG dan Pemantau Tekanan Darah, Akurat

2 Rekomendasi Smartwatch dengan Fitur ECG EKG dan Pemantau Tekanan Darah, Akurat

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 16:33 WIB

Ketika Rumah Satwa Hilang, yang Punah Bukan Hanya Hewannya

Ketika Rumah Satwa Hilang, yang Punah Bukan Hanya Hewannya

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 16:30 WIB

EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar dari Telkom Dihadiri 350 Peserta

EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar dari Telkom Dihadiri 350 Peserta

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 16:26 WIB

Promo Pembelian Pulsa Lewat BRImo, Dapatkan Cashback Langsung

Promo Pembelian Pulsa Lewat BRImo, Dapatkan Cashback Langsung

Bri | Kamis, 03 September 2026 | 16:25 WIB

Baru Tangani 1 Kasus, Kajati NTB Sentil Kejari Mataram: Tak Ada Korupsi atau Tidur?

Baru Tangani 1 Kasus, Kajati NTB Sentil Kejari Mataram: Tak Ada Korupsi atau Tidur?

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:24 WIB

Apa Saja Aplikasi Streaming Film Terbaik untuk Smart TV? ini 11 Opsinya

Apa Saja Aplikasi Streaming Film Terbaik untuk Smart TV? ini 11 Opsinya

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 16:24 WIB

Lansia Alami Osteoartritis Lutut? Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Jaga Kebugaran

Lansia Alami Osteoartritis Lutut? Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Jaga Kebugaran

Health | Kamis, 03 September 2026 | 16:21 WIB

Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 16:17 WIB

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

Rapat Perdana di DPR! Sudaryono Langsung Paparkan Program BGN dan Bahas Anggaran 2027

News | Kamis, 03 September 2026 | 16:10 WIB

×