alexametrics

Mengenal Diet Paleo, Pola Makan Unik ala Orang di Zaman Batu

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana
Mengenal Diet Paleo, Pola Makan Unik ala Orang di Zaman Batu

Diet paleo disebut bisa membantu menurunkan berat badan secara signifikan.

Suara.com - Pernahkah Anda mendengar diet paleo? Diet ini adalah diet yang dikonsumsi di era Palaeolitik, sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. 

Melansir dari Times of India, diet ini biasanya menekankan makan ikan, daging tanpa lemak, buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Ini adalah makanan yang bisa diperoleh di masa lalu dengan berburu dan meramu. 

Diet ini membatasi makanan yang menjadi umum ketika pertanian muncul sekitar 10.000 tahun yang lalu. Makanan termasuk produk susu, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Studi menunjukkan bahwa diet paleo dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan dan meningkatkan kesehatan Anda bahkan tanpa mengurangi kalori.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga

Nama umum lainnya untuk diet Paleo adalah diet Paleolitik, diet zaman batu, diet manusia gua dan diet pemburu-pengumpul.

Ilustrasi diet. (Shutterstock)
Ilustrasi diet. (Shutterstock)


Diet tersebut bertujuan untuk kembali ke cara makan yang dimakan manusia pada zaman dahulu. Alasan diet ini adalah bahwa tubuh manusia secara genetik tidak cocok dengan diet modern yang muncul dengan praktik pertanian, sebuah gagasan yang dikenal sebagai hipotesis ketidaksesuaian.

Pertanian telah mengubah apa yang orang makan dan dengan cepat mengubah pola makan. Hal ini yang menurut hipotesis, melampaui kemampuan tubuh untuk beradaptasi. 

Ketidaksesuaian ini diyakini menjadi faktor penyebab meningkatnya obesitas, diabetes, dan penyakit jantung dalam kehidupan saat ini.

Berikut adalah beberapa makanan yang harus dimakan dan dihindari saat mengikuti diet Paleo.

Baca Juga: Yeonjun TXT Mengaku Dirinya Jalani Diet Ketat Demi Menghilangkan Lemak Pipi

Makanan untuk dimakan pada diet Paleo

  • Daging: Domba, ayam, sapi, babi
  • Ikan dan makanan laut: Trout, salmon, udang, haddock, kerang
  • Telur: Telur yang diperkaya omega-3
  • Sayuran: Brokoli, kangkung, bawang bombay, wortel, merica, dan tomat
  • Buah-buahan: Apel, jeruk, pisang, pir, alpukat, stroberi, blueberry
  • Umbi-umbian: Kentang, ubi jalar, ubi jalar, lobak
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian: Almond, kacang macadamia, kenari, hazelnut, biji bunga matahari, biji labu dan banyak lagi
  • Lemak dan minyak sehat: Minyak zaitun extra virgin, minyak alpukat, dan lainnya
  • Garam dan rempah-rempah: Garam laut, bawang putih, rosemary dan kunyit dll.

Makanan yang tidak boleh dimakan pada diet Paleo

  • Gula dan sirup jagung fruktosa tinggi: Minuman ringan, jus buah, gula meja, permen, es krim, dan kue kering
  • Biji-bijian: Roti, pasta gandum, spelt, rye, barley
  • Kacang-kacangan: Kacang, lentil dan kacang-kacangan lainnya
  • Susu: Sebagian besar produk susu termasuk rendah lemak. Tetapi beberapa versi paleo termasuk susu penuh lemak seperti mentega dan keju.
  • Beberapa minyak nabati: Minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak biji kapas, minyak biji anggur, minyak safflower dan lain-lain.
Ilustrasi diet. (Unsplash.com)
Ilustrasi diet. (Unsplash.com)
  • Lemak trans: Ditemukan dalam margarin dan berbagai makanan olahan. Ini disebut terhidrogenasi atau terhidrogenasi sebagian.
  • Pemanis buatan: Sucralose, cyclamates, sakarin, acesulfame potassium dan aspartam. Seseorang dapat menggunakan pemanis alami.
  • Makanan olahan tinggi: Sebagian besar makanan berlabel rendah lemak dan makanan diet memiliki banyak aditif. Termasuk pengganti makanan buatan.

Makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi dalam jumlah kecil antara lain wine dan dark chocolate. Cokelat hitam memiliki kandungan kakao lebih dari 70 persen lebih tinggi. Cokelat hitam berkualitas sangat bergizi dan sangat sehat.

Komentar