WHO Tetapkan Varian Mu sebagai Varian Menarik, Ini Gejalanya!

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 09 September 2021 | 15:27 WIB
WHO Tetapkan Varian Mu sebagai Varian Menarik, Ini Gejalanya!
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian Mu. (Pixabay)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menandai beberapa varian virus corona Covid-19 menjadi variant of interest (VOI) dan variant of concern (VOC), salah satunya varian Mu.

WHO menandai varian Mu sebagai varian of interest (VOI), karena dianggap cukup mengancam, bisa menyebar lebih cepat, menyebabkan infeksi parah dan lolos dari kekebalan yang diinduksi vaksin Covid-19.

Selain itu, varian Mu juga memiliki prevalensi yang terus meningkat di seluruh dunia, sehingga berisiko menjadi ancaman baru ke depannya.

Secara ilmiah, varian Mu juga dikenal sebagai varian B.1.621. Varian virus corona ini diberi nama "Mu" agar sesuai dengan penamaan varian sistem label alfabet Yunani oleh WHO.

"Saya senang, akhirnya varian Mu ditetapkan sebagai VOI oleh WHO. Varian ini pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari 2021 dan kami menemukannya pada Mei 2021 di Ekuador," kata Dr Paul Cardenas, seorang spesialis penyakit menular dikutip dari The Sun.

Ilustrasi virus corona Covid-19, varian virus corona, varian Mu (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian virus corona, varian Mu (Pixabay/mohamed_hassan)

Menurut Dr Paul, varian Mu ini cukup menarik perhatian, karena memiliki beberapa mutasi yang mirip dengan varian Beta, Delta, Alpha, dan Eta. Sedangkan, varian Delta dan Alpha lebih menular daripada virus corona Covid-19 aslinya yang ditemukan di China.

Tingkat infeksi varian Mu belum bisa dijangkau. Tapi, varian Mu ini memiliki potensi menyebar lebih cepat daripada jenis lainnya jika dilihat dari jenis mutasinya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mutasi dalam varian Mu juga ditemukan pada varian Delta yang sekarang ini cukup mendominasi secara global.

Ilmuwan Amerika William Haseltine, seorang profesor di Harvard Medical School, mengatakan varian Mu memiliki mutasi yang berkontribusi pada peningkatan penyaliran yang sangat tinggi.

"Varian .1.621 jelas berpotensi mematikan pada pasien lanjut usia yang divaksinasi dan mungkin juga berpotensi menjadi lebih menular," katanya.

Bahkan, sekarang ini masih terlalu dini untuk mengetahui gejala spesifik yang berhubungan dengan varian Mu. Tapi, kemungkinan besar gejala varian Mu termasuk batuk, demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, kehilangan penciuman atau rasa serta pilek.

Saat ini, varian Delta merupakan varian virus corona Covid-19 yang paling mendominasi. Gejala yang disebabkan oleh varian Delta pun menyerupai pilek pada beberapa orang, terutama orang yang sudah vaksinasi.

Sebuah studi tentang gejala Covid oleh ZOE juga menemukan bahwa bersin adalah tanda umum dari varian Delta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Mu Mengintai, Kemenkes Terus Konsultasi dengan WHO

Varian Mu Mengintai, Kemenkes Terus Konsultasi dengan WHO

Health | Rabu, 08 September 2021 | 21:56 WIB

Ahli Virologi: Varian Delta Lebih Berbahaya Dibandingkan Varian MU

Ahli Virologi: Varian Delta Lebih Berbahaya Dibandingkan Varian MU

Kaltim | Rabu, 08 September 2021 | 09:15 WIB

Peneliti: Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Long Covid-19

Peneliti: Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Long Covid-19

Health | Selasa, 07 September 2021 | 14:45 WIB

Terkini

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB