Peneliti: Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Long Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 07 September 2021 | 14:45 WIB
Peneliti: Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Long Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19, Long Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Penelitian yang dipimpin oleh King's College London, menemukan vaksinasi lengkap tidak hanya mengurangi risiko tertular virus corona Covid-19, tetapi juga mencegah terjadinya Long Covid-19.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian kecil orang yang suntikan vaksin Covid-19 lengkap masih memiliki kemungkinan mengembangkan gejala virus corona Covid-19 selama lebih dari 4 minggu atau Long Covid-19.

Tapi, risiko orang yang sudah vaksinasi mengalami Long Covid-19 akan berkurang 50 persen, terutama bila dibandingkan dengan orang yang tidak suntik vaksin Covid-19.

Sejauh ini, 78,9 persen anak di atas usia 16 tahun di Inggris mendapatkan dua kali suntikan vaksin Covid-19. Banyak orang yang terkena virus corona Covid-19 sembuh dalam waktu 4 minggu, tetapi gejalanya berlanjut selama seminggu-mingu hingga berbulan-bulan.

Para peneliti, yang diterbitkan di The Lancet Infectious Diseases, mengatakan bahwa suntik vaksin Covid-19 tetap memberikan perlindungan pada orang-orang, dengan cara mencegah penyakit serius. Tapi, dampak vaksin Covid-19 pada pengembangan penyakit serius jangka panjang masih kurang pasti.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Mereka menganalisis data yang dikumpulkan dari aplikasi UK Zoe Covid Study untuk melacak gejala virus corona Covid-19, vaksin Covid-19 dan tes yang dilaporkan sendiri.

Penelitian itu berlangsung antara Desember 2020 hingga Juli 2021. Para peneliti juga melacak kesehatan lebih dari 1,2 juta orang dewasa yang sudah satu kali suntik vaksin Covid-19 dan 971.504 yang sudah suntik vaksin Covid-19 lengkap.

Mereka menemukan hanya 0,2 persen orang suntik vaksin Covid-19 dua kali terinfeksi virus corona Covid-19 setelah vaksinasi. Lalu, lebih dari 5 persen peserta mengalami Long Covid-19 yang berlangsung 28 hari atau lebih.

Para peneliti menemukan beberapa orang lebih berisiko terkena infeksi terobosan (terinfeksi virus corona setelah vaksinasi) daripada orang lain, termasuk orang dewasa yang lemah, lanjut usia, orang-orang yang tinggal di daerah miskin.

baca juga

Peneliti utama Dr Claire Steves mengatakan orang yang berisiko tinggi perlu diprioritaskan untuk mendapatkan suntikan penguat vaksin Covid-19.

"Kabar baiknya, penelitian kami telah menemukan bahwa vaksin Covid-19 lengkap bisa mengurangi risiko penularan dan mengembangkan Long Covid-19," kata Dr Claire dikutip dari BBC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Ciptakan Alat Tes Covid-19 dari Air Liur untuk Deteksi Varian Delta

Ilmuwan Ciptakan Alat Tes Covid-19 dari Air Liur untuk Deteksi Varian Delta

Health | Senin, 06 September 2021 | 14:18 WIB

Mengenal Varian Mu, Mungkinkah Semakin Banyak Varian Virus Corona Lain?

Mengenal Varian Mu, Mungkinkah Semakin Banyak Varian Virus Corona Lain?

Health | Senin, 06 September 2021 | 09:29 WIB

Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19, Kenali Efek Sampingnya!

Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19, Kenali Efek Sampingnya!

Health | Senin, 06 September 2021 | 08:06 WIB

Terkini

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×