Meskipun Sering Dicuci, Masker Kain Ternyata Tak Berkurang Kualitasnya

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Jum'at, 10 September 2021 | 14:40 WIB
Meskipun Sering Dicuci, Masker Kain Ternyata Tak Berkurang Kualitasnya
Ilustrasi masker kain, Kamis (30/4/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aa. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Suara.com - Penelitian baru menunjukkan bahwa masker kain tidak mengalami penurunan filtrasi meski beberapa kali dicuci. Hal ini dinyatakan dalam penelitia dari University of Colorado Boulder.

Melansir dari Healthshot, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Aerosol and Air Quality Research ini juga mengkonfirmasi penelitian sebelumnya bahwa melapisi masker katun di atas masker bedah bisa tingkatkan perlindungan. 

“Ini kabar baik untuk keberlanjutan,” kata penulis utama Marina Vance, asisten profesor di Departemen Teknik Mesin Paul M. Rady. 

“Masker katun yang telah Anda cuci, keringkan, dan gunakan kembali mungkin masih baik-baik saja,jangan membuangnya,” imbuhnya. 

Sejak awal pandemi, diperkirakan 7.200 ton limbah medis telah dihasilkan setiap hari. Sebagian besar adalah masker sekali pakai.

“Kami benar-benar terganggu di awal pandemi ketika pergi hiking atau pergi ke pusat kota, dan melihat semua masker sekali pakai ini mengotori lingkungan,” kata Vance yang juga fakultas di program teknik lingkungan.

Mencuci Masker Kain (Dok. ATS)
Mencuci Masker Kain (Dok. ATS)


Penelitian ini menguji masker kain dengan membuat kotak kapas berlapis ganda, cuci dan keringkan berulang kali hingga 52 kali. Jumlah ini setara dengan pencucian mingguan selama setahun dan uji di antara setiap 7 siklus pembersihan.

Masker dipasang di salah satu ujung corong baja di mana peneliti dapat mengontrol aliran udara dan partikel udara yang konsisten. Para peneliti menguji masker menggunakan kondisi realistis hingga kehidupan nyata dengan tingkat kelembaban dan suhu tinggi untuk meniru dampak pada topeng dari pernapasan kita.

Sementara serat kapas mulai terlepas dari waktu ke waktu setelah pencucian dan pengeringan berulang, para peneliti menemukan bahwa hal itu tidak secara signifikan mempengaruhi efisiensi penyaringan kain.

baca juga

Satu-satunya perubahan yang terlihat adalah resistensi inhalasi yang sedikit meningkat. Kondisi ini berarti bahwa masker mungkin terasa sedikit lebih sulit untuk bernapas setelah dipakai.

"Kami berasumsi tidak ada celah antara masker kain dan wajah orang," kata Vance.

Bentuk wajah setiap orang sangat bervariasi. Jadi tergantung pada bentuk masker dan seberapa baik orang itu menyesuaikannya, itu mungkin pas atau tidak pas. 

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa masker yang tidak pas dapat membuat sebanyak 50 persen partikel di udara yang kita hirup masuk dan keluar. Oleh karena itu, melapisi masker medis dengan masker kain bisa sangat membantu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edy Rahmayadi Kesal Data Covid-19 di 4 Daerah Sumut Kacau: Capek Sekali....

Edy Rahmayadi Kesal Data Covid-19 di 4 Daerah Sumut Kacau: Capek Sekali....

Sumut | Jum'at, 10 September 2021 | 14:34 WIB

Video Pilu Pasien Covid-19 di Malaysia: Ditinggal Mati Teman Sekamar Satu per Satu

Video Pilu Pasien Covid-19 di Malaysia: Ditinggal Mati Teman Sekamar Satu per Satu

Health | Jum'at, 10 September 2021 | 14:18 WIB

Langkah Penyelamatan dan Edukasi, Pemkab Siak Bagikan Masker untuk Pelajar

Langkah Penyelamatan dan Edukasi, Pemkab Siak Bagikan Masker untuk Pelajar

Riau | Jum'at, 10 September 2021 | 13:48 WIB

Terkini

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

×