alexametrics

Tak Hanya Pernapasan, Covid-19 Juga Pengaruhi Gairah Seksual

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Tak Hanya Pernapasan, Covid-19 Juga Pengaruhi Gairah Seksual

Banyak yang telah melaporkan bahwa Covid-19 juga menyebabkan menurunnya gairah seksual.

Suara.com - Virus corona Covid-19 bukan hanya penyakit pernapasan. Covid-19 juga penyakit yang memengaruhi psikologis di mana mengubah gagasan orang tentang cinta, hubungan, dan hasrat seksual.

Melansir dari Times of India, banyak faktor yang dapat menyebabkan rendahnya gairah seks pada manusia. Hal tersebut mulai dari hubungan yang tidak sehat hingga kondisi fisik dan mental. 

Penyakit kronis, stres, hubungan yang bermasalah, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang dan penuaan mungkin menjadi beberapa alasan utama di balik dorongan seks yang rendah.

Dalam kaitannya dengan Covid-19, sebuah penelitian di China yang diterbitkan pada bulan Juli di The Journal of Sexual Medicine, menemukan bahwa dari 459 peserta, 25 persen mengalami penurunan hasrat seksual akibat pandemi virus corona.

Baca Juga: Dukung Vaksinasi Covid-19, Paus Fransiskus: Manusia Bersahabat dengan Vaksin

Meskipun tidak ada hubungan langsung antara penyakit virus corona dan dorongan seks, para ahli telah mengindikasikan bahwa pandemi global mungkin telah menyebabkan dorongan seks yang lebih rendah pada pria dan wanita.

Ilustrasi hubungan seksual (Shutterstock).
Ilustrasi hubungan seksual (Shutterstock).

Ketika tubuh Anda berada di bawah stres dan kecemasan, ia melepaskan hormon yang disebut kortisol dan epinefrin. Jika hormon ini dilepaskan secara berlebihan, itu dapat menurunkan gairah seks.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah menyatakan bahwa pandemi saat ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan pada manusia. Ini pada gilirannya dapat menunjukkan bahwa secara tidak langsung krisis Covid-19 mungkin telah menyebabkan penurunan libido baik pada pria maupun perempuan.

Komentar