Sering Dianggap Sama, Ini Beda Cemas dan Gangguan Kecemasan

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Minggu, 19 September 2021 | 17:30 WIB
Sering Dianggap Sama, Ini Beda Cemas dan Gangguan Kecemasan
Ilustrasi rasa cemas. [Unsplash]

Suara.com - Meski rasa cemas adalah hal yang normal dirasakan seseorang, tampaknya ada perbedaan antara rasa cemas biasa dengan gangguan kecemasan. Untuk memahami perbedaannya, Kepala Departemen Kesehatan Mental Fortis Healthcare, Kamna Chhibber mengatkaan bahwa perasaan cemas yang dirasakan seseorang pada dasarnya normal dan terjadi pada setiap individu.

Dilansir dari Healthshots, Ia menyebutkan bagaimana rasa cemas memiliki nilai evolusinya sendiri, bahkan ketika seseorang sedang merasakan situasi yang penuh tekanan. Mulai dari deadline, cemas saat menghadapi meeting, atau presentasi misalnya.

Berbeda dari rasa cemas biasa, gangguan kecemasan terjadi ketika seseorang menghadapi situasi yang tidak mendukung. Sisi lain, ada faktor yang mendukung terjadinya gangguan kecemasan, mulai dari fisiologis dan pikiran yang berhubungan dengan individu. Salah satunya yakni persepsi, asosiasi yang salah, irasional, dan pikiran yang tidak logis.

Ilustrasi Anxiety Disorder, gangguan kecemasan, wanita cemas, takut (elemen envato)
Ilustrasi Anxiety Disorder, gangguan kecemasan, wanita cemas, takut (elemen envato)

“Kecemasan jauh dan lebih dari sekadar perasaan khawatir, dalam skenario terjadi seperti itu,” ungkap Chibber.

Kamna Chibber mulai menyorot bagaimana gangguan kecemasan dapat menghentikan beberapa fungsi di kehidupan sehari-hari. Mulai dari hubungan, pekerjaan, hingga pekerjaan rumah tangga.

Apa saja gejala gangguan kecemasan?

Chibber menunjukkan ada beberapa gangguan kecemasan yang dibagi menjadi dua kategori. Berikut gejalanya:

  • Pikiran dan mental: gejala ini terjadi ketika seseorang mengalami overthinking, merenung terus-menerus, merasa khawatir, punya pikiran ke arah yang berbeda, kecemasan, dan mudah marah.
  • Fisiologis dan jasmani: seseorang yang mengalami gangguan kecemasan dapat merasakan jantung yang berdebar-debar, berkeringat di telapak tangan, tungkai, dan kaki. Lalu merasakan mual, takut, gelisah, kurang fokus serta kurangnya konsentrasi.

Apakah gangguan kecemasan dapat memengaruhi kualitas tidur? Walau Chibber mengatakan tidak ada pengaruhnya, akan tetapi perasaan khawatir dan cemas yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang sulit tidur.

“Dan ini membuat Anda terjaga hingga larut malam. Tentunya, dampak buruk tidur ini dikaitkan dengan adanya depresi,” pungkas Chibber.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Disadari Kebiasaan Sehari-hari Ini Justru Bikin Rasa Cemas Memburuk!

Tanpa Disadari Kebiasaan Sehari-hari Ini Justru Bikin Rasa Cemas Memburuk!

Health | Sabtu, 18 September 2021 | 14:36 WIB

Suara Klakson Mobil Berpotensi Picu Serangan Kesehatan, India Rencanakan Ini

Suara Klakson Mobil Berpotensi Picu Serangan Kesehatan, India Rencanakan Ini

Otomotif | Kamis, 16 September 2021 | 21:25 WIB

Waspada! Kesepian Bisa Menyebabkan Penyakit Kronis

Waspada! Kesepian Bisa Menyebabkan Penyakit Kronis

Your Say | Kamis, 16 September 2021 | 10:42 WIB

Terkini

Gagal Bayar Kupon Rp400 Miliar, Peringkat Obligasi Pos Indonesia Anjlok!

Gagal Bayar Kupon Rp400 Miliar, Peringkat Obligasi Pos Indonesia Anjlok!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Saat Iklan Digital Tak Lagi Cukup, BeritaJatim Andalkan Konsultan Komunikasi dan EO

Saat Iklan Digital Tak Lagi Cukup, BeritaJatim Andalkan Konsultan Komunikasi dan EO

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Apa Itu Shamonda Virus? Terdeteksi pada Manusia untuk Kali Pertama

Apa Itu Shamonda Virus? Terdeteksi pada Manusia untuk Kali Pertama

Health | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Gol Menit Akhir Bikin Persib Gigit Jari, Igor Tolic Tak Mau Berlama-lama Bersedih

Gol Menit Akhir Bikin Persib Gigit Jari, Igor Tolic Tak Mau Berlama-lama Bersedih

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Satgas PKH Cabut IUP PT KEL, Jaksa Agung Sebut Perusahaan Beroperasi Tanpa Dilengkapi PPKH

Satgas PKH Cabut IUP PT KEL, Jaksa Agung Sebut Perusahaan Beroperasi Tanpa Dilengkapi PPKH

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Huawei Watch GT 7 Pro Hadir dengan Material Premium, GPS Akurat, dan Ketahanan Air 5 ATM

Huawei Watch GT 7 Pro Hadir dengan Material Premium, GPS Akurat, dan Ketahanan Air 5 ATM

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Industri Pegadaian Tumbuh 44 Persen, Koperasi Digital ModalGadai Bidik Pasar Pembiayaan

Industri Pegadaian Tumbuh 44 Persen, Koperasi Digital ModalGadai Bidik Pasar Pembiayaan

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dari Lari untuk Melepas Penat hingga Seven Stars, Cara Febby Rastanty Menikmati Perjalanan

Dari Lari untuk Melepas Penat hingga Seven Stars, Cara Febby Rastanty Menikmati Perjalanan

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Racikan Shin Tae-yong Menakutkan, Marcos Santos Akui Persija Jakarta Layak Juara

Racikan Shin Tae-yong Menakutkan, Marcos Santos Akui Persija Jakarta Layak Juara

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Adu Kekayaan Bupati Indramayu Lucky Hakim vs Wakil Bupati Syaefudin

Adu Kekayaan Bupati Indramayu Lucky Hakim vs Wakil Bupati Syaefudin

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:14 WIB

×