Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara

Vania Rossa

Jum'at, 23 Januari 2026 | 18:25 WIB
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Indonesia mengadopsi teknologi radioterapi presisi Integrated CT-LINAC hasil kolaborasi strategis dengan Tiongkok untuk layanan kanker.
  • Teknologi baru ini mengintegrasikan pencitraan CT dan terapi radiasi dalam satu sesi, meningkatkan akurasi pengobatan kanker.
  • Adopsi teknologi ini menempatkan Indonesia sebagai pionir di Asia Tenggara dalam pemanfaatan radioterapi berbasis pencitraan real-time.

Suara.com - Upaya penguatan layanan kanker nasional memasuki babak baru seiring hadirnya teknologi radioterapi presisi mutakhir hasil kolaborasi Indonesia–Tiongkok. Melalui kerja sama strategis lintas negara, Indonesia kini mulai mengadopsi sistem radioterapi generasi terbaru yang dirancang untuk meningkatkan akurasi pengobatan, mempercepat waktu terapi, sekaligus memberikan pengalaman perawatan yang lebih aman dan nyaman bagi pasien kanker.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan penguatan layanan kanker sebagai salah satu prioritas dalam transformasi sistem kesehatan nasional.

Tantangan kanker yang terus meningkat menuntut layanan yang tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga presisi dan adaptif terhadap kondisi individual pasien.

Teknologi radioterapi presisi menjadi elemen penting dalam strategi ini, terutama untuk menekan risiko efek samping dan meningkatkan hasil klinis.

Kolaborasi internasional tersebut ditandai dengan diperkenalkannya Integrated CT-LINAC, sistem radioterapi terintegrasi yang menggabungkan pencitraan CT diagnostik berkualitas tinggi dengan terapi radiasi presisi dalam satu ruang dan satu sesi perawatan.

Kehadiran teknologi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pionir di kawasan Asia Tenggara dalam pemanfaatan radioterapi berbasis pencitraan real-time.

Peluncuran teknologi ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi medis mutakhir untuk kepentingan publik.

Sinergi antara pemerintah, industri layanan kesehatan, dan mitra teknologi global dinilai krusial untuk menjawab tantangan kanker yang kian kompleks.

Dalam sambutannya pada peluncuran teknologi tersebut, CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady menegaskan bahwa adopsi teknologi mutakhir harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi klinis tenaga medis.

baca juga

Menurutnya, kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda nasional penguatan layanan kanker, mulai dari deteksi dini hingga pengobatan lanjutan, sekaligus upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kanker berstandar tinggi.

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 menunjukkan kanker payudara masih menjadi jenis kanker terbanyak di Indonesia, dengan lebih dari 66 ribu kasus baru dan puluhan ribu kematian.

Angka ini menegaskan urgensi kehadiran teknologi terapi yang lebih presisi dan efisien agar pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.

President of International Business United Imaging Healthcare Group, Dr. Jusong Xia, menilai kolaborasi lintas negara ini sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan kanker secara global.

Ia menekankan bahwa inovasi teknologi harus mampu diterjemahkan menjadi dampak klinis nyata, terutama dalam memperluas akses layanan kanker berkualitas dan memperkuat sistem kesehatan nasional.

Dari sisi klinis, dr. Edy Gunawan, MARS, Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, menyampaikan bahwa visi pengembangan layanan kanker tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pendekatan yang berpusat pada pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 08:11 WIB

3 Rekomendasi Susu Khusus untuk Pasien Kanker, Harga di Bawah Rp100 Ribu

3 Rekomendasi Susu Khusus untuk Pasien Kanker, Harga di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Senin, 12 Januari 2026 | 20:44 WIB

CERPEN: Gema yang Tak Pernah Usai

CERPEN: Gema yang Tak Pernah Usai

Your Say | Selasa, 06 Januari 2026 | 10:43 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×