Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan

Dinda Rachmawati

Kamis, 22 Januari 2026 | 08:44 WIB
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
Ilustrasi Epilepsi (Freepik)
baca 10 detik
  • Epilepsi adalah gangguan medis sistem saraf akibat lonjakan listrik otak, bukan penyakit menular atau gangguan kejiwaan.
  • Gejala epilepsi bervariasi, tidak selalu kejang hebat, bisa berupa tatapan kosong atau gerakan kecil tanpa disadari.
  • Penanganan epilepsi yang tepat memungkinkan penderita menjaga kualitas hidup melalui obat serta pendampingan medis jangka panjang.

Suara.com - Epilepsi masih menjadi salah satu kondisi medis yang kerap diselimuti stigma dan kesalahpahaman. Di tengah masyarakat, epilepsi sering dianggap sebagai penyakit menular, gangguan kejiwaan, bahkan dikaitkan dengan hal-hal mistis. 

Tak sedikit pula yang mengira epilepsi adalah kondisi yang tak bisa ditangani dan membuat penderitanya tak mampu menjalani hidup normal. 

Padahal, secara medis, epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf yang dapat dikontrol dengan penanganan yang tepat. Sayangnya, minimnya edukasi membuat banyak pasien terlambat mendapatkan diagnosis dan perawatan yang sesuai.

Menurut dr. Wienorman Gunawan, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf di Bethsaida Hospital Gading Serpong, epilepsi terjadi akibat gangguan aktivitas listrik di otak.

“Otak manusia bekerja menggunakan sinyal listrik. Pada penderita epilepsi, terjadi lonjakan sinyal listrik yang tidak normal dan berulang, sehingga memicu kejang atau gangguan kesadaran,” jelas dr. Wienorman.

Lonjakan sinyal listrik inilah yang menyebabkan berbagai manifestasi epilepsi, mulai dari kejang hingga perubahan perilaku atau kesadaran secara tiba-tiba. 

Karena sifatnya yang berasal dari fungsi otak, epilepsi sepenuhnya merupakan kondisi medis, bukan gangguan mental.

Epilepsi Tidak Menular dan Bukan Gangguan Kejiwaan

Salah satu mitos paling umum adalah anggapan bahwa epilepsi dapat menular. Dr. Wienorman menegaskan bahwa anggapan ini keliru.

baca juga

“Epilepsi bukan disebabkan oleh infeksi yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain. Epilepsi juga bukan gangguan kejiwaan. Ini adalah kondisi medis yang berhubungan langsung dengan fungsi otak. Sederhananya, ini bukan soal mistis, tapi soal navigasi listrik di kepala kita,” tegasnya.

Epilepsi bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti cedera kepala, kelainan bawaan, infeksi otak, stroke, tumor otak, atau gangguan struktur otak lainnya. Namun, pada sebagian pasien, penyebab epilepsi memang tidak selalu dapat ditemukan secara pasti.

Hal lain yang masih jarang diketahui masyarakat adalah bahwa epilepsi tidak selalu ditandai dengan kejang hebat. Pada beberapa penderita, epilepsi justru muncul dalam bentuk yang lebih samar.

Gejalanya bisa berupa tatapan kosong mendadak, melamun sesaat, gerakan kecil yang berulang tanpa disadari, hingga kehilangan kesadaran singkat. Karena tidak selalu dramatis, kondisi ini sering luput dari perhatian.

“Jika muncul episode ‘blank’ yang sering atau kejang tanpa demam, jangan abai. Itu adalah cara otak memberi sinyal bahwa ada yang perlu diperiksa,” ujar dr. Wienorman.

Kesadaran akan variasi gejala ini menjadi penting agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus

Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus

Your Say | Rabu, 21 Januari 2026 | 20:17 WIB

Kejang-Kejang, Farida Nurhan Dilarikan ke Rumah Sakit

Kejang-Kejang, Farida Nurhan Dilarikan ke Rumah Sakit

Entertainment | Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:25 WIB

Rahasia Otak Tajam: 6 Makanan Penambah Daya Ingat Berdasarkan Jurnal Medis

Rahasia Otak Tajam: 6 Makanan Penambah Daya Ingat Berdasarkan Jurnal Medis

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:14 WIB

Terkini

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

×