Cerita Influencer Dengan Gangguan Bipolar, Dianggaap Kurang Ibadah dan Caper

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Minggu, 19 September 2021 | 18:25 WIB
Cerita Influencer Dengan Gangguan Bipolar, Dianggaap Kurang Ibadah dan Caper
Cerita Influencer Dengan Gangguan Bipolar, Sering Dianggaap Kurang Ibadah dan Caper. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Isu kesehatan mental masih menjadi bahasan yang tabu dan enggan dibicarakan oleh masyarakat luas. Tidak heran jika sulit bagi seorang yang mengalami masalah kesehatan mental seperti bipolar terbuka tentang yang dialaminya. 

Situasi itu sempat dirasakan oleh influncer dan penyintas Bipolar Disorder Afina Syifa Biladina, dalam acara Bersama Mencegah Bunuh Diri, Sabtu (18/9/2021). Ia mengaku bahwa telah mengalami kondisi bipolar itu sejak kecil. 

“Ternyata aku dari kecil sudah ada ketidakseimbangan antara emosi, pendewasaan diri, dan juga fisik. Dan dari kecil kalau sudah sekali nangis, itu berlebihan. Tapi sekalinya senang, aku kayak over banget,” ungkapnya.

Dalam situasi yang demikian, ia juga kerap merasa bahwa orang sekitar juga tidak menyayanginya. Ia merasa semua membencinya. 

Cerita Influencer Dengan Gangguan Bipolar, Sering Dianggaap Kurang Ibadah dan Caper. (Dok: Istimewa)
Cerita Influencer Dengan Gangguan Bipolar, Sering Dianggaap Kurang Ibadah dan Caper. (Dok: Istimewa)

“Pas SD aku udah ada indikasi dibenci sama semua orang, padahal itu asumsi aku. Aslinya padahal enggak. Tapi aku merasakan itu, bahkan aku merasa orangtua juga nggak sayang sama aku. Dan akhirnya punya pikiran mau kabur dari rumah,” lanjutnya.

Kondisi masalah kesehatan mental yang dialaminya makin memburuk ketika ia masuk di bangku kuliah. Ia bahkan sempat memiliki pemirikan bunuh diri. 

“Paling besar itu pas lagi kuliah. Jadi aku berantem sama salah satu anggota keluarga, dan setelahnya aku ada pikiran mau bunuh diri. Karena sama keluarga aja berantem apalagi sama yang lain. Tiba-tiba kepikiran begitu,” ungkap Afina.

Dari situ, ia mulai memberanikan diri untuk pergi ke psikolog dan mencari tahu yang dialaminya. 

“Akhirnya aku ke psikolog dan ditanya-tanya, kayak kalau lagi bahagia gimana? Aku bilang suka traktir sama temen-temen, bahagia sampai deg-degan, dan banyak bicara,” ungkapnya.

baca juga

“Nah setelah itu aku lanjut ke Psikiater dan dirujuk, dan aku didiagnosa bipolar. Mulai dari bahagia, sedih yang terus menerus, sampai ada indikasi bunuh diri. Bahkan sedihnya itu bisa seminggu dan satu bulan,” pungkasnya. 

Tidak hanya itu, selain mesti harus berjuang dengan penyakit yang dialaminya, ia juga kerap mendapat stigma buruk dari lingkungan. Bahkan, keluarganya menganggapnya kurang iman dan ibadah. Tidak jarang ia juga dianggap cari perhatian.

"Katanya caper karena aku speak up di Instagram. Bahkan dianggap buat konten. Memang aku buat konten, tapi aku buatnya untuk tujuan edukasi," ceritanya.  

"Cara menghadapinya kita perlu validasi perasaan kita. Dan kita harus kontrol diri sendiri, karena kita tidak bisa kontrol pikiran orang lain," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fitur AI Face Recognition Mampu Ukur Tingkat Kesehatan Mental Saat Olahraga

Fitur AI Face Recognition Mampu Ukur Tingkat Kesehatan Mental Saat Olahraga

Health | Minggu, 19 September 2021 | 08:50 WIB

Ruang Antara Spiritualitas dan Kesehatan Mental

Ruang Antara Spiritualitas dan Kesehatan Mental

Your Say | Sabtu, 18 September 2021 | 19:15 WIB

Bikin Kecanduan, 4 Hal Ini Menandakan Kamu Harus Detoks Media Sosial

Bikin Kecanduan, 4 Hal Ini Menandakan Kamu Harus Detoks Media Sosial

Your Say | Sabtu, 18 September 2021 | 19:50 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×