Studi: Pria Lebih Berisiko Alami Infeksi Virus Corona Parah Meski Sudah Vaksinasi

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 20 September 2021 | 15:31 WIB
Studi: Pria Lebih Berisiko Alami Infeksi Virus Corona Parah Meski Sudah Vaksinasi
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Upaya vaksin Covid-19 telah membantu menekan risiko infeksi virus corona Covid-19. Tapi, penurunan kekebalan seiring berjalannya waktu setelah vaksinasi lengkap menjadi ancaman baru.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi kelompok orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi virus corona Covid-19 parah, meskipun sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali.

Para peneliti telah menghitung risiko infeksi virus corona Covid-19 parah di antara berbagai kelompok orang menggunakan alat berdasarkan kumpulan data yang sudah ada.

Alat yang digunakan ini mampu memprediksi orang yang paling berisiko mengalami infeksi parah virus corona Covid-19 dari 14 hari atau lebih setelah suntik vaksin Covid-19 dua kali secara akurat.

Menurut para peneliti, pria dan orang dengan latar belakang etnis lebih mungkin dirawat di rumah sakit atau meninggal karena virus corona Covid-19 setelah suntik vaksin Covid-19 dibandingkan orang tua.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Kelompok lain yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19 parah adalah penghuni rumah perawatan dan orang dengan masalah kesehatan mendasar, termasuk penyakit ginjal, penyakit sel sabit, HIV, Down's Syndrome dan sirosis hati.

Di antara sampel lebih dari 6,9 juta orang dewasa yang sudah vaksinasi dan dianalisis, sebanyak 5,2 juta orang sudah menerima suntikan kedua vaksin Covid-19.

"Saya pikir, fakta bahwa beberapa variasi etnis berkurang menunjukkan bahwa banyak hal ini terjadi karena pola sosial," kata Profesor Aziz Sheikh, dari University of Edinburgh dikutip dari Express.

Profesor Aziz Sheikh mengatakan kelompok orang dari etnis India dan Pakistan cenderung memiliki rumah tangga yang sedikit lebih tinggi, sehingga ada kemungkinan penularan virus corona Covid-19 di dalam rumah tangga terjadi.

baca juga

Tim peneliti berharap alat ini akan membantu menginformasikan keputusan pasien untuk terus melindungi dan membentuk kebijakan seputar suntikan booster vaksin Covid-19 dan pengobatan virus corona Covid-19.

Para peneliti mencatat bahwa temuan penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal ini, mungkin dibatasi oleh faktor-faktor, seperti informasi latar belakang pekerjaan yang jarang dimasukkan dalam catatan rumah sakit.

Mereka menambahkan bahwa kasus infeksi virus corona Covid-19 parah relatif jarang terjadi setelah berolahraga. Studi ini dilakukan pengumuman bahwa dosis ketiga vaksin Covid-19 akan diberikan sebagai penguat kekebalan pada orang usia 50 tahun lebih.

Sekitar 30 juta orang akan memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19. Suntikan ketiga ini bertujuan untuk melindungi dari menurunnya kekebalan di antara mereka yang sudah menerima dua kali suntikan vaksin Covid-19.

Orang yang tinggal di rumah perawatan dan pekerja kesehatan serta perawatan sosial garis depan juga termasuk kelompok yang harus menerima dosis ketiga vaksin Covid-19.

Selain itu, orang berusia 16 hingga 49 tahun dengan kondisi kesehatan mendasar berisiko mengalami infeksi virus corona Covid-19 parah sehingga membutuhkan suntikan ketiga vaksin Covid-19.

"JCVI menyarankan suntikan ketiga vaksin Covid-19 diberikan kepada orang yang lebih rentan untuk memaksimalkan perlindungan individu menjelang musim dingin," kata Profesor Wei Shen Lim, ketua Imunisasi COVID-19 untuk JCVI.

Sebagian besar orang-orang ini juga memenuhi syarat untuk suntik vaksin flu tahunan. Bahkan Prof Wei sangat menyarankan orang-orang dalam kondisi ini menerima tawaran suntik vaksin Covid-19.

Menurut sebuah studi Octave, keputusan itu muncul karena 40 persen individu dengan gangguan kekebalan tidak dapat memberikan respons imun yang kuat, bahkan setelah dua kali suntik vaksin Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Temukan Efek Samping Tak Biasa dari Suntikan Ketiga Vaksin Pfizer, Apa Itu?

Ahli Temukan Efek Samping Tak Biasa dari Suntikan Ketiga Vaksin Pfizer, Apa Itu?

Health | Senin, 20 September 2021 | 14:08 WIB

CDC: Vaksin Covid-19 Paling Efektif Adalah Moderna

CDC: Vaksin Covid-19 Paling Efektif Adalah Moderna

Health | Senin, 20 September 2021 | 11:06 WIB

Perhatian, Masuk Polda Harus Sudah Divaksin Covid-19

Perhatian, Masuk Polda Harus Sudah Divaksin Covid-19

Sumut | Senin, 20 September 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×