alexametrics

PPKM Level 3, Satgas COVID-19 Bali Sediakan Pusat Isolasi Terpadu

M. Reza Sulaiman
PPKM Level 3, Satgas COVID-19 Bali Sediakan Pusat Isolasi Terpadu
Ilustrasi Covid-19 Varian Mu di Amerika Latin [Foto: Antara]

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM level 3 di Bali membuka kesempatan sejumlah industri pariwisata untuk kembali beroperasi.

Suara.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM level 3 di Bali membuka kesempatan sejumlah industri pariwisata untuk kembali beroperasi.

Meski begitu, Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali bersama kabupaten/kota di Pulau Dewata telah menyiapkan sebanyak 363 tempat isolasi terpusat dengan kapasitas total 5.547 tempat tidur.

"Hingga 20 September, isolasi terpusat yang sudah terisi sebanyak 1.212 tempat tidur (21,85 persen) dan tersisa sebanyak 4.335 tempat tidur (78,15 persen)," kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali I Made Rentin di Denpasar, melansir ANTARA.

Pihaknya mencatat jumlah kasus aktif atau pasien terkonfirmasi COVID-19 di Provinsi Bali yang masih menjalani perawatan sebanyak 2.239 orang.

Baca Juga: Dari Indikator Ini, Covid-19 di Bumi Pertiwi Diklaim Berhasil Dikendalikan

Sejumlah penumpang berjalan menuju Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter yang berhenti di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/9/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah penumpang berjalan menuju Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter yang berhenti di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/9/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Mereka ini ada yang dirawat di rumah sakit rujukan, tempat isolasi terpusat dan menjalani isolasi mandiri," ucapnya.

Yang dirawat di tempat isolasi terpusat itu merupakan mereka yang terkonfirmasi COVID-19 dengan gejala ringan ataupun orang tanpa gejala.

Sedangkan pasien positif COVID-19 yang memiliki gejala sedang dan berat dirawat di rumah sakit rujukan, yang hingga Senin (20/9) jumlahnya sebanyak 604 orang atau 26,98 persen dari total kasus aktif.

"Sementara itu, yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 423 orang (18,89 persen)," ujar Rentin yang juga Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali.

Rentin menambahkan, hingga saat ini dari sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata, sebanyak enam daerah berada di zona oranye atau dengan risiko sedang.

Baca Juga: Dosis Ketiga Vaksin COVID-19, Pakar Sarankan Gunakan Jenis Vaksin yang Sama

"Kabupaten/kota yang peta risiko penyebaran COVID-19 masuk ke zona oranye yakni Kabupaten Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Tabanan dan Kota Denpasar. Yang zona kuning atau dengan risiko rendah meliputi Kabupaten Jembrana, Karangasem dan Buleleng," katanya.

Komentar