Johnson & Johnson Klaim Booster Covid-19 Dapat Memberikan Perlindungan Ekstra

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Rabu, 22 September 2021 | 12:49 WIB
Johnson & Johnson Klaim Booster Covid-19 Dapat Memberikan Perlindungan Ekstra
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Produsen vaksin Johnson & Johnson (J&J) mengklaim bahwa booster J&J dapat memberi respon kekebalan yang lebih kuat dalam tempo beberapa bulan.

Pada laporan pernyataannya, dosis booster yang diberikan dua bulan atau enam bulan setelah dosis pertama dapat meningkatkan perlindungan ekstra antara empat hingga enam kali lebih tinggi

Meski demikian, hasil penelitian saat ini belum dipublikasikan atau diperiksa oleh para ilmuwan. Akan tetapi, J&J yakin booster efektif dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Bahkan saat vaksin ini diluncurkan di AS, perusahaan tersebut sudah menjalankan tes global dengan memberikan dua dosis pada setiap individu.

Mengutip Medical Express, dua dosis yang diberikan lewat vaksin J&J dikatakan efektif 75 persen dalam mencegah Covid-19 sedang hingga parah.

Meski beredar kabar adanya varian Covid-19 terbaru, hingga kini vaksin masih dikatakan efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

"Suntikan booster dapat memberikan perlindungan terhadap Covid-19, ini diharapkan dapat memperpanjang durasi perlindungan secara signifikan," ungkap Ilmuwan J&J lewat pernyataannya, Dr. Paul Stoffels.

Sebelumnya, data J&J menunjukkan dosis satu kali dapat memberi perlindungan hingga delapan bulan pasca-vaksinasi.

Hal ini juga menunjuk pada data dunia yang baru-baru ini mengungkap bahwa vaksin ini memberi perlindungan sebesar 79 persen, serta 81 persen bagi pasien Covid-19 rawat inap.

baca juga

Laporan tersebut terbit ketika varian Covid-19 Delta mulai menyebar.

Di samping itu, J&J mengatakan telah memberikan data ini kepada regulator, termasuk Food and Drug Administration AS, European Medicines Agency, dan regulator lainnya untuk menginformasikan tentang booster.

Dilaporkan, satu dosis J&J telah disetujui untuk digunakan di AS dan seluruh negara Eropa, dengan rencana distribusi sebanyak 200 juta dosis yang telah didukung PBB untuk mengirim ke negara-negara miskin.

Meski demikian, saat varian Delta telah menyebar ke seluruh dunia, banyak pemerintah telah mempertimbangkan penggunaan vaksin booster sebagai upaya opsi melindungi dari Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Anak-Anak dengan Kondisi Berikut Paling Berisiko Kena Covid-19 Parah

Penelitian: Anak-Anak dengan Kondisi Berikut Paling Berisiko Kena Covid-19 Parah

Health | Rabu, 22 September 2021 | 12:33 WIB

Bertemu Menlu Inggris dan Saudi, Menteri Retno Paparkan Kasus Covid-19 di RI Melandai

Bertemu Menlu Inggris dan Saudi, Menteri Retno Paparkan Kasus Covid-19 di RI Melandai

News | Rabu, 22 September 2021 | 11:46 WIB

Catat! Vaksinasi Massal di Medan Digelar Akhir Pekan Ini

Catat! Vaksinasi Massal di Medan Digelar Akhir Pekan Ini

Sumut | Rabu, 22 September 2021 | 11:31 WIB

Terkini

Penting! Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen Untuk Para Jobseekers

Penting! Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen Untuk Para Jobseekers

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka

Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Persib Bandung Apes, Peluang Bertubi-tubi Berakhir Kekalahan dari Madura United

Persib Bandung Apes, Peluang Bertubi-tubi Berakhir Kekalahan dari Madura United

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Santri Bogor Dituntut Melek AI, Kemenag: Program Khusus Belum Ada

Santri Bogor Dituntut Melek AI, Kemenag: Program Khusus Belum Ada

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Nostalgia Masa Kecil, Indra Bekti Comeback Jadi Host Cerdas Cermat Versi Modern

Nostalgia Masa Kecil, Indra Bekti Comeback Jadi Host Cerdas Cermat Versi Modern

Entertainment | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta

Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa

Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa

Banten | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara

Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:41 WIB

KPK Masih Tunggu Balasan Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit di Kasus DSP BNPB

KPK Masih Tunggu Balasan Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit di Kasus DSP BNPB

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat

Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:37 WIB

×